Pengharapan di Dalam Kristus, bagian 1

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Oktober 2026
Read Time: 10
Dalam Bagian 1 dari seri "Pengharapan di dalam Kristus", Derek berbagi tentang pengharapan yang dapat dimiliki orang Kristen mengenai topik kematian. Derek memulai dengan menjelaskan tiga tahap kematian yang berurutan yang dapat dilihat di seluruh Alkitab. Namun, Yesus datang untuk membebaskan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Menggunakan analogi sebuah roda, Derek menggambarkan penebusan Yesus. Dia mengakhirinya dengan diskusi tentang kebangkitan Yesus dan fakta-fakta sejarahnya.
A dakah sesuatu yang membuat Anda tersentak ketika menjumpai kata ? Apakah reaksi pertama Anda adalah berhenti membaca tentang hal itu? Jika demikian, itu adalah tanda yang tidak diragukan lagi bahwa Anda perlu secara khusus membuka hati untuk menerima pesan ini. Dalam budaya peradaban kita masa kini, ada sebuah usaha yang berlangsung diam-diam untuk memisahkan konsep kematian dari segala sesuatu yang bersifat tidak menyenangkan atau menyakitkan. Kita tidak lagi memakai istilah pemakaman melainkan “taman kenangan”. Dan ketika jenazah seseorang diperlihatkan untuk terakhir kali sebelum dimakamkan, berbagai upaya dilakukan untuk memperkecil sebisa mungkin berbagai perubahan yang terjadi pada jenazah itu yang disebabkan oleh kematian.
Meskipun demikian, saya percaya bahwa kita tidak boleh melupakan satu kenyataan obyektif yang sederhana dan tidak pernah berubah: kematian merupakan hal yang nyata dan tidak menyenangkan. Kematian itu menyakitkan dan kejam. Semua cara pandang yang tidak dapat menerima kenyataan ini adalah cara pandang yang mengelabui dan tidak realistis. Semua falsafah atau ajaran yang tidak dapat memberikan jawaban yang membebaskan ketakutan manusia atas kenyataan kejam tentang kematian, tidak akan dapat memenuhi kebutuhan umat manusia. Satu hal yang membedakan iman Kristiani dengan semua ajaran dan falsafah lain adalah bahwa kekristenan mempunyai sebuah jawaban positif dan sudah terbukti kebenarannya atas kematian.
Dalam menangani gangguan kesehatan, ilmu pengobatan modern berusaha memberikan tiga bentuk pernyataan: diagnosis, prognosis, dan obat. Diagnosis menyingkapkan penyebab gangguan kesehatan yang terjadi; prognosis memperkirakan perkembangan selanjutnya dari suatu penyakit, dan obat tentu saja merupakan jawaban untuk menyembuhkan penyakit.
Alkitab juga menyediakan ketiga hal di atas bagi kita yang menghadapi persoalan kematian. Diagnosis atas kematian dinyatakan dengan sangat sederhana di Alkitab:
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut (kematian), demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).
Jadi, maut atau kematian datang melalui dosa. Seandainya tidak pernah ada dosa, tidak akan pernah ada kematian. Namun, karena semua orang sudah berbuat dosa, kematian pun menghampiri semua manusia.
Dalam prognosisnya, Alkitab menunjukkan bahwa kematian datang melalui tiga tahap berurutan. Pertama adalah kematian rohani. Tuhan berkata demikian kepada Adam ketika Ia memperingatkan Adam tentang pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat:
“Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).
Tuhan berkata kepada Adam “pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”. Kita mengetahui arti kematian, sedangkan Adam masih hidup 900 tahun lebih setelah peristiwa itu. Jadi, yang dimasudkan adalah pada saat Adam berbuat dosa ia terputus atau terpisah dari kehidupan bersama Tuhan. Pada saat itu juga Adam mati secara rohani. Dalam Efesus 2:1 Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Efesus tentang keadaan rohani mereka sebelum mereka mengenal Kristus:
“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu”.
Di ayat itu Paulus tidak berbicara tentang kematian jasmani, melainkan kematian rohani - terpisah dari Tuhan. Begitu roh manusia terpisah dari Tuhan akibat dosa, kehidupan jasmaninya seperti baterai yang tidak dapat diisi ulang dengan tenaga listrik baru. Baterai itu tetap dapat berfungsi untuk sementara waktu, namun beberapa saat kemudian tidak akan berfungsi lagi.
Tahap kedua adalah kematian jasmani. Inilah yang sesungguhnya kita sebut sebagai kematian - perpisahan antara jiwa dengan tubuh jasmani. Tubuh jasmani akan memperlihatkan akibat nyata dari kematian ini. Tubuh mulai membusuk. Namun, keadaan jiwa tidak akan berubah.
Tahap ketiga adalah keadaan yang oleh Alkitab disebut “kematian kedua”. Kita dapat mengetahui tentang hal ini hanya melalui pewahyuan Alkitab:
“Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:14b-15).
Kita melihat adanya dua unsur penting dalam kematian kedua. Pertama, kematian kedua merupakan pengusiran dari hadirat Tuhan untuk selama-lamanya yang tidak mungkin dibatalkan. Tidak ada jalan untuk kembali dalam kematian kedua. Kedua, kematian ini bukan berupa penghentian kesadaran manusia, karena kesadaran manusia tidak akan pernah diakhiri. Kesadaran manusia terus berlangsung baik dalam kehidupan sekarang ini maupun sesudah mengalami kematian. Kita tidak pernah dapat meninggalkan kesadaran kita sendiri.
Obat untuk kematian tentu saja adalah Yesus - Dia datang untuk merenggut kematian kita dari tangan Iblis. Yesus melakukannya dengan menanggung sendiri kematian kita, dengan membayar hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada kita. Dengan cara ini, Ia membebaskan kita dari rasa takut akan kematian.
Yohanes 10 mengatakan bahwa Iblis adalah pencuri yang datang untuk mencuri. Namun Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Jadi Yesus memberikan kembali apa yang menjadi warisan kita. Dari sisi hubungan kita dengan Tuhan, kita dapat kembali menyenangkan hati Tuhan dan berkenan kepadaNya. Penghukuman sudah berlalu. Ketakutan sudah lenyap. Bersama rasul Yohanes kita dapat mengatakan, “…Kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya” (1 Yohanes 2:8).
Bagaimana Ia Melakukannya?
Seluruh pewahyuan Alkitab berpusat pada peristiwa penebusan - pengorbanan Yesus dengan mati di kayu salib serta kebangkitanNya yang penuh kemenangan. Penebusan memulihkan para pendosa sehingga berkenan kembali kepada Tuhan. Ini merupakan pemulihan dan penyatuan hubungan secara menyeluruh.
Satu ilustrasi yang dengan jelas menggambarkan peranan penebusan dalam seluruh berita Injil adalah gambaran tentang roda. Sebuah roda umumnya terdiri dari tiga bagian: lingkaran paling luar, jari-jari dan poros. Lingkaran luar roda menggambarkan persediaan Tuhan yang lengkap untuk setiap segi kehidupan kita -rohani, jasmani dan materi untuk kehidupan saat ini maupun di sepanjang kekekalan. Persediaan Tuhan yang menyeluruh yang tersedia melalui berita Injil itu seperti bagian luar roda yang melingkar bulat. Lingkaran ini mengitari seluruh bagian roda.
Jari-jari yang terhubung dengan lingkaran luar roda adalah semua cara yang Tuhan pakai untuk menyiapkan persediaan itu. Ada jari-jari pengampunan yang memberikan damai kepada kita; ada jari-jari kesembuhan yang memberi kita kesehatan; ada kelepasan yang memberi kita kebebasan; ada pula pengudusan yang memberi kita kekudusan. Dengan cara itu jari-jari mendukung lingkaran luar, yang merupakan persediaan Tuhan.
Poros roda - bagian tengah - adalah penebusan. Jari-jari roda menempel pada poros. Tanpa adanya poros jari-jari tidak ada yang mendukung. Melalui poros jugalah kekuatan penggerak muncul sehingga membuat roda berputar. Pada poros penebusan itulah segala sesuatu bergantung – melalui poros ini tersedia kuasa yang diperlukan dalam kehidupan kristiani. Ibrani 2:9 menyatakannya dengan lebih jelas:
“Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”
Perhatikan penggalan kalimat terakhir: “Yesus … oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia”. Yesus sudah mengalami kematian kita; Ia menggantikan diri kita. Apa yang seharusnya menimpa kita ditimpakan kepada Yesus. Hal ini dinyatakan lagi diYesaya 53:6:
“Kita sekalian sesat seperti domba, masingmasing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”
Kata yang diterjemahkan sebagai kejahatan juga dapat berarti pemberontakan. Pemberontaka seluruh umat manusia dirangkum dalam satu ayat tadi. Masing-masing kita telah mengambil jalannya sendiri. Tetapi saat Yesus tergantung di kayu salib, seluruh pemberontakan kita ditimpakan kepadaNya. Kemudian, di kayu salib itu juga ditimpakan kepada Yesus, semua akibat buruk dari pemberontakan itu: sakitpenyakit, penolakan, penderitaan, kesengsaraan, dan akhirnya kematian. Namun, Ia tidak mati demi diriNya sendiri; Ia menjalani kematian kita. Ia mengalami kematian kita.
Kebangkitan
Peristiwa terbesar di sepanjang sejarah adalah kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkitan adalah bagian utama dan terpenting dari berita Injil. Tanpa adanya kebangkitan tidak akan ada berita Injil. Seluruh bagian berita Injil berkisar pada kematian dan kebangkitanYesus Kristus.
Injil Yesus Kristus terdiri dari tiga fakta sejarah yang sederhana – tiga peristiwa yang benar-benar sudah terjadi dalam sejarah peradaban manusia dan didukung oleh kesaksian banyak saksi yang dapat dipercaya. Dalam I Korintus 15:1-4, Paulus menyebutkan bahwa pernyataannya didasarkan pada kesaksian para saksi yang dapat dipercaya.
“Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu - kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”
Paulus memaparkan kepada kita Injil yang ia beritakan: Injil yang mutlak perlu dipercayai demi keselamatan. Pertama-tama, Injil ini berpusat pada pribadi Kristus. Kedua, Injil ini berpusat pada tiga fakta sejarah besar yang berkaitan dengan Yesus Kristus: Ia mati, dikuburkan, dan bangkit kembali pada hari ketiga.
Tanamkanlah ketiga fakta itu dalam hati Anda. Paulus berkata, “Oleh Injil itu kamu diselamatkan – kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya”. Pada dasarnya Paulus mengatakan bahwa jika sewaktu-waktu mereka berpaling dari ketiga fakta dasar itu dan beralih pada berbagai teori, khayalan, atau pengalaman pribadi yang bersifat subyektif, maka artinya mereka telah mempercayai Injil secara sia-sia. Pernyataan Paulus ini berlaku juga untuk Anda dan saya.
Paulus memberikan dua peneguhan atas ketiga fakta sejarah tersebut. Pertama, peristiwa-peristiwa itu dididukung kebenarannya oleh ayat-ayat nubuat di Perjanjian Lama. Kedua, faktafakta itu diteguhkan oleh kesaksian banyak saksi yang dapat dipercaya.
Peneguhan utama atas fakta-fakta tersebut adalah ayat-ayat nubuat Perjanjian Lama. Perjanjian Baru berulang-kali menegaskan bahwa ayat-ayat nubuat Perjanjian Lama pasti akan digenapi - tidak ada satu ayat pun yang tidak akan tergenapi. Tema ini terjalin dalam seluruh bagian Perjanjian Baru – baik yang membicarakan kehidupan Yesus maupun berbagai kegiatan yang terjadi sesudah itu, yang dikerjakan para rasul dan Gereja mula-mula.
Kebangkitan itu bukan hanya sudah dinubuatkan di Perjanjian Lama, tetapi Yesus secara jelas menubuatkan kebangkitanNya sendiri karena Ia mengenal dengan baik isi ayatayat tulisan para nabi Perjanjian Lama.
Sumber peneguhan kedua adalah kesaksian banyak saksi yang dapat dipercaya, yang melihat Yesus dan berhubungan denganNya sesudah Ia bangkit dari kematian.
Jadi, kita memiliki tiga fakta: Kristus mati. Ia dikuburkan. Ia bangkit kembali. Dan kita mempunyai dua sumber peneguhan: ayat-ayat nubuat Perjanjian Lama dan kesaksian banyak saksi yang dapat dipercaya.
Saya akan menambahkan lima keterangan pendukung yang berhubungan dengan kebangkitan dan semakin memperkuat kebenarannya:
- Kebangkitan itu disaksikan oleh para saksi yang dapat dipercaya, yang jumlahnya melebihi jumlah saksi yang diperlukan untuk menetapkan sebuah fakta menjadi kenyataan yang sah berdasarkan hukum yang berlaku.
- Kebangkitan itu menghasilkan perubahan dramatis dan menetap dalam diri para saksi, dan tidak ada penjelasan memuaskan mengenai hal lain yang kemungkinan menyebabkan perubahan itu.
- Karena memegang teguh kesaksian mereka, sebagian besar saksi itu harus membayarnya dengan nyawa mereka. Para saksi itu sama sekali tidak mendapat keuntungan materi dari kesaksian yang mereka berikan.
- Kebangkitan itu telah menghasilkan perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia. Alur sejarah menjadi berubah sama sekali dan tidak ada penjelasan memuaskan mengenai penyebab lain dari perubahan tersebut.
- Kristus yang sudah bangkit terus menyatakan diriNya secara pribadi sebagai pribadi yang hidup kepada banyak orang yang jumlahnya tak terhitung lagi – termasuk saya.
Suatu malam di tahun 1941, ketika menjalankan dinas ketentaraan di Angkatan Darat Inggris, saya menerima pewahyuan langsung secara pribadi dari Yesus. Saat itu saya bukan orang yang luar biasa religius. Saya juga bukan jenis orang yang berusaha mendapatkan sesuatu yang aneh atau di luar kebiasaan. Tidak ada satu pun hal istimewa dalam kejiwaan saya saat itu. Namun, Yesus menyatakan diriNya kepada saya dengan demikian nyata dan begitu pribadi, sehingga sejak hari itu sampai sekarang ini, saya tidak pernah meragukan bahwa Ia sungguh hidup. PengorbananNya di kayu salib - dan kebangkitanNya - telah memberi saya pengobatan untuk mengatasi kematian. Dan pengorbanan itu juga akan melakukan hal yang sama bagiAnda.

Unduh Gratis
Surat Pengajaran ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan bagi keperluan pribadi atau gerejawi.
Unduh PDFKode: TL-L062-100-IND









