Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kehidupan Pokok Anggur

            Kehidupan Pokok Anggur

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menyebut diri-Nya pokok anggur dan kita ranting-rantingnya, tetapi apakah getah yang memberi kehidupan bagi seluruh tanaman itu? Temukan bagaimana Roh Kudus adalah kehidupan Allah sendiri yang mengalir ke dalam diri Anda, sehingga Anda dapat hidup berbuah.

            Yesus pernah memakai ilustrasi mengenai pokok anggur dan carang-carang (ranting)nya untuk menjelaskan betapa pentingnya bahwa Dia ada dalam hidup para pengikut-Nya.

            “Lihat Yohanes 15:1-8.”

            Yesus berkata:

            “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya”

            (ayat 5). Yesus memberikan penjelasan yang cukup spesifik. Ia memberi sebuah gambaran yang jelas untuk mengerti hal ini dengan seutuhnya. Yang dimaksudkan sebagai Pokok (batang pohon) Anggurnya adalah Yesus sendiri.

            Supaya pohon anggur itu hidup dan menghasilkan buah harus ada zat makanan – nutrisi yang mengalir dari akar-akar pohonnya, kemudian mengalir juga ke ranting-rantingnya melalui batang pohon. Jika cairan makanan itu tidak sampai ke ranting-rantingnya, ranting-ranting itu akan menjadi kering dan gagal menghasilkan buah. Jadi, kunci bagi kehidupan pohon anggur itu adalah zat cair itu. Dan zat itulah yang menggambarkan Roh Kudus.

            Di dalam Roma 8:10 Paulus menulis:

            “Jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran”

            Karena dosa-dosa yang ada pada kita (orang kudus), akhirnya kita turut mati bersama Yesus di kayu salib. Namun setelah mengalami kematian Yesus itu, kita pun langsung melangkah ke dalam kehidupan Sang Kristus yang dibangkitkan dari kematian. Mengapa demikian? Sebab, oleh iman kita kepada-Nya itu kebenaran Kristus-pun telah di-transfer, dipindahkan kepada kita.

            “Lihat Roma 6:6-8.”

            Sesudah mendapatkan kebenaran yang di-transfer pada kita itu, kita pun (orang-orang kudus) mulai menikmati dan ambil bagian dalam kehidupan Kristus. Kita turut menikmati kehidupan yang mengalir dari dalam akar-akar pohon, melalui batang pohon anggur itu dan menuju ranting-rantingnya. Menurut Paulus dalam Roma 8:10, kehidupan itu sesungguhnya adalah Roh Kudus. Roh adalah kehidupan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk pengurbanan-Mu. Ku-deklarasikan, kehidupan dari pokok anggur, yaitu Roh Kudus, mengalir dalam diriku. Aku telah dibenarkan oleh karena iman. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kehidupan Pokok Anggur has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-181-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan