Persekutuan yang Benar

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Tampaknya ada satu akibat “negatif” yang akan dialami apabila kita bersekutu dengan Tuhan dan sesama saudara seiman: kita tidak boleh lagi mengadakan persekutuan yang akrab dengan orang-orang yang tidak percaya.
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang yang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup.” (2 Korintus 6:14–16)
Paulus berbicara mengenai pentingnya orang percaya memisahkan diri dari orang yang tidak percaya, namun hal itu tidak dimaksudkannya secara fisik. Tiap hari kita pasti akan bersinggungan dengan orang yang tidak percaya, entah di rumah, di tempat kerja, atau dalam kegiatan-kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam keadaan demikian, untuk menjaga nama baik kita sebagai orang Kristen mau tak mau kita harus bersikap ramah, sopan dan suka membantu.
Tetapi kita memang tidak bebas untuk berbagi rahasia dengan orang-orang yang tidak percaya dalam hal-hal yang najis secara moral atau spiritual atau yang tidak mempermuliakan Kristus. Di dalam dunia ini kita perlu mengikuti nasihat Paulus dalam 2 Korintus 6:17:
“Janganlah menjamah apa yang najis.” (2 Korintus 6:17)
Jikalau kita peka terhadap Roh Kudus, Ia pasti akan memperingatkan kita mengenai kontak-kontak yang menajiskan itu dan menunjukkan bagaimana kita dapat melindungi diri terhadapnya.
Namun ada perlindungan yang terbaik terhadap persekutuan yang tidak sehat, yaitu persekutuan yang sehat dan benar. Sebagai anak-anak Tuhan kita mewarisi banyak kegembiraan dan berkat yang sama sekali tidak dikenal oleh dunia. Paulus bahkan berkata mengenai Bapa kita di surga:
“yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga” (Efesus 1:3)
Apabila kita secara teratur berbagi dalam berkat-berkat ini dengan anggota-anggota lainnya dalam keluarga Allah, maka kita akan tidak tertarik lagi kepada kesenangan-kesenangan dunia yang najis, di mana orang-orang itu masih hidup dalam kegelapan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menolongku untuk mengasihi orang-orang lain. Ku-deklarasikan, aku tidak lagi bersekutu dengan kegelapan dan sudah pindah ke dalam persekutuan dengan keluarga Allah, yaitu saudara dan saudariku di dalam Kristus. Aku akan memperhatikan orang-orang yang lain. Amin.
Kode: WD-B097-336-IND