Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Sikap yang Menyembah

            Sikap yang Menyembah

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Tuhan lebih memperhatikan karakter Anda daripada pencapaian Anda; Dia memanggil Anda untuk mengembangkan sikap penyembahan dan belajar beristirahat dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dari para serafim di surga bagaimana menyeimbangkan penyembahan yang rendah hati dengan pelayanan yang aktif, dan dengarkan suara Tuhan hari ini.

            Ketika memperhatikan petunjuk untuk masuk ke dalam perhentian Tuhan ini, kita dapat merenungkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Sudahkah waktu yang kita miliki benar-benar dipergunakan dengan baik? Benarkah kita mengetahui apa artinya untuk berhenti/beristirahat atau meneduhkan diri? Sanggupkah kita mendisiplin diri untuk berhenti melakukan sesuatu – bahkan juga menyuruh pikiran kita untuk berhenti bekerja? Apakah kita masih mengalami kesulitan untuk sekadar berbaring saja dan berhenti berpikir mengenai segala macam “tugas” yang semestinya dikerjakan?

            Tuhan lebih tertarik pada karakter saudara, bukan pada hal-hal yang saudara bisa kerjakan. Prestasi kerja hanya penting di dunia ini, dalam dimensi ruang dan waktu, tetapi karakter-lah yang akan dibawa terus untuk selama-lamanya. Hal itu menentukan bagaimana jadinya sifat kita di dalam kekekalan nanti.

            Nabi Yesaya menerima suatu penglihatan mengenai surga, yang penuh dengan makhluk-makhluk yang mulia, dan ia melihat takhta Tuhan di situ.

            “(Lihat Yesaya pasal 6.)”

            Ibadah penyembahan di surga dipimpin oleh makhluk-makhluk roh yang disebut serafim (bahasa Ibrani: “seraph”), sebuah kata yang langsung berhubungan dengan kata api. Rupanya inilah makhluk-makhluk yang bersalutkan api di dekat takhta Tuhan, dan mereka berseru siang dan malam:

            “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN” (Yesaya 6:3).

            Masing-masing mahluk itu memiliki enam sayap, yang mereka gunakan dengan cara yang sangat berkesan. Dengan dua sayap mereka menutupi wajahnya, dengan dua sayap mereka menutupi kedua kakinya, dan dengan dua sayap yang tersisa mereka terbang.

            “(Lihat ayat 2.)”

            Saya menafsirkan kedua sayap yang dipakai untuk menutupi wajah dan kakinya itu sebagai tanda kerendahan hati dalam penyembahan. Dan menurut hemat saya, ketika mereka terbang, itu menggambarkan pelayanan yang mereka lakukan.

            Saya percaya bahwa penting sekali untuk sering bersyukur kepada Tuhan dan memuji-muji Dia dengan suara yang keras – bahkan sambil menari-nari, bertepuk tangan dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Tetapi pada suatu saat tertentu saya harus menutupi wajah dan kedua kakiku dengan “sayap” saya, dan mulai menyembah dengan penuh kerendahan hati, supaya saya bisa sungguh-sungguh mendengar apa yang Tuhan katakan.

            “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu” (Mazmur 95:7–8).

            Kembangkanlah suatu sikap yang menyembah dan belajarlah untuk berteduh/ berhenti dari semua kesibukan. Ingat, Roh Tuhan sedang mencari manusia dari jenis tertentu, yaitu orang yang benar-benar berhati tulus terhadap Tuhan. Jadilah seseorang yang bersifat seperti itu dan Tuhan pasti akan menolong saudara.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, aku sedang membangun sikap penyembahan dan aku sedang belajar untuk mengaso. Aku akan berjaga jangan sampai tidak mendapatkan istirahat/ keteduhan di dalam Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Sikap yang Menyembah has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-282-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan