Mengucapkan Penghiburan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Semoga para pencintamu aman sentosa”
Bagaimana kita dapat menyelaraskan hidup kita dengan rencana Tuhan untuk bangsa Israel? Saya menyarankan satu cara yang sederhana saja. Di Yesaya 40:1-2 Tuhan berkata:
“‘Hiburkanlah umat-Ku,’ demikian firman Allahmu, ‘tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.’”
Ayat ini sudah saya telaah. Saya mengerti bahwa di mana dikatakan “hiburkanlah umat-Ku”, yang harus dihiburkan itu adalah warga Yahudi, sebab ayat itu langsung berbicara mengenai Yerusalem. Bangsa Yahudi tidak mungkin dihiburkan terlepas dari kota Yerusalem. Hati bangsa Yahudi sudah terikat sama sekali dengan kota Yerusalem.
Jadi, kalau memang benar apa yang saya katakan ini, yaitu bahwa “umat-Ku” ini berarti bangsa Yahudi, kepada siapakah kata-kata yang di atas ditujukan? Kata-kata itu ditujukan kepada suatu kelompok manusia yang akan “menghibur umat-Nya” (karena yang disapa ini disebutkan dalam bentuk jamak). Jadi, pasti kata-kata itu ditujukan kepada orang-orang yang juga percaya kepada Allah yang ada dalam Alkitab dan percaya akan otoritas Firman Tuhan.
Siapakah mereka? Itulah saudara dan saya. Itulah orang-orang seperti kita, orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya. Apakah yang diperintahkan oleh Tuhan? “Hiburkan umat-Ku Israel.” Tuhan menyuruh kita menghibur bangsa Israel.
Saya mempunyai banyak teman di antara orang-orang Yahudi yang sudah percaya juga kepada Yesus, dan ada satu hal yang selalu mereka katakan, yaitu bahwa umat Kristen di seluruh dunia lebih banyak mengritik daripada menghibur Israel. Sesungguhnya kita tidak pernah diminta untuk mengritik atau mengecam, tetapi untuk menghibur mereka. Maukah saudara menerima tugas dan tanggung jawab tersebut?
Saya percaya bahwa penghiburan ini adalah salah satu cara untuk mempercepat kedatangan Tuhan. Prasangka, permusuhan dan salah pengertian yang sudah sekian abad lamanya harus dipatahkan kembali. Semua sikap dingin dan kebekuan itu harus dicairkan dengan kehangatan cinta Kristiani yang sejati. Saya percaya, itulah tugas yang dipercayakan kepada kita pada masa ini.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk berkat yang Kaujanjikan bagi para pencinta Israel. Ku-deklarasikan, aku akan menghibur umat Tuhan dan menyampaikan penghiburan kepada Yerusalem. Aku berdoa bagi kesejahteraan Yerusalem: “Semoga para pencintamu mendapat aman sentosa.” Amin.
Kode: WD-B097-278-IND