Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Betapa Indahnya Hidup Ini

            Betapa Indahnya Hidup Ini

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Penciptaan manusia oleh Allah adalah suatu tindakan yang sangat pribadi, dirancang untuk persekutuan yang intim dengan Diri-Nya sendiri. Lihatlah bagaimana Tuhan membungkuk dan dengan kuasa menghembuskan kehidupan ilahi-Nya sendiri ke dalam bentuk tanah liat, suatu tindakan yang tidak pernah terjadi pada ciptaan lainnya.

            Di Kejadian 2:7 kita membaca kisah cerita bagaimana manusia pertama diciptakan oleh Tuhan. Tuhan Allah (yang berkepribadian) menciptakan seorang manusia yang berkepribadian untuk menjalin suatu hubungan pribadi dengan Diri-Nya. Hubungan tersebut adalah antara satu sosok Pribadi dengan sesosok pribadi lain. Hal ini bukan sebuah khayalan belaka. Tidak ada sesuatu kekuatan abstrak yang sedang bekerja di jagat raya. Tetapi di sinilah “seorang” Pribadi (Tuhan) yang menciptakan seorang pribadi lain, karena menginginkan suatu hubungan persekutuan dengan pribadi tersebut. Bagi saya kisah cerita ini dengan jelas sekali mengajarkan bahwa ada satu alasan utama mengapa Tuhan menciptakan anak manusia. Alasannya adalah untuk menikmati hubungan persekutuan dengan manusia.

            “Di Kejadian 2:7 kita membaca kisah cerita bagaimana manusia pertama diciptakan oleh Tuhan.”

            Bayangkanlah apa yang terjadi saat itu! Tuhan berjongkok (bayangkan!), mengambil debu dengan tangan-Nya, kemudian mencampurkan debu itu dengan air, dan membuat sebuah bentuk tubuh seorang manusia. Tetapi tubuh itu tidak bernyawa! Sesudah itu terjadilah sesuatu yang sungguh menakjubkan. Sang Pencipta membungkukkan badan-Nya, menempelkan bibir-Nya kepada bibir yang terbuat dari tanah liat itu. Ia menempelkan hidung-Nya ke lubang hidung yang terbuat dari tanah liat itu, lalu menghembuskan kehidupan ke dalamnya. Nafas-Nya menembus sosok tanah liar itu dan mengubahkannya menjadi sebuah makhluk manusia yang hidup, lengkap dengan segala organ tubuhnya yang berfungsi dengan sempurna, lengkap dengan segala kemampuan rohani, intelektual dan emosional yang dimiliki sebuah makhluk manusia. Belum pernah ada makhluk semacam ini yang diciptakan.

            Kata-kata yang ditulis untuk menggambarkan mukjizat besar ini benar-benar jelas dan hidup. Bahasa Ibrani merupakan suatu bahasa yang sungguh unik, di mana kata-kata tertentu bunyi lafalannya langsung melukiskan gerakan atau tindakan yang diceritakan. Misalnya, kata “menghembuskan” (breathed, dalam teks Alkitab bahasa Inggris) dalam bahasa Ibrani itu bunyi lafalannya yip-pach. Ucapan kata itu mulai dengan sebuah “letupan” kecil yang terjadi dalam rongga mulut, kemudian udara secara kuat melejit keluar dari kerongkongan si pembicara. Jadi, kata (“menghembuskan”) itu sekaligus menggambarkan tindakan yang dimaksudkan.

            Ketika Tuhan merendahkan “badan”-Nya untuk membungkuk dan mencium bibir serta lubang hidung yang terbuat dari tanah liat itu, Ia tidak mengeluarkan suara yang mengeluh atau mendesah. Ia menghembuskan sebuah aliran napas yang kuat dan menyentak ke dalam tubuh yang terbuat dari tanah liat itu. Demikianlah tubuh manusia menerima kehidupan dari Tuhan sendiri melalui sebuah transfer yang sungguh ajaib.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, Tuhan ingin menikmati hubungan denganku dan Ia meniupkan napas hidup-Nya ke dalamku. Akulah buatan tangan Bapa-Ku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Betapa Indahnya Hidup Ini has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-268-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan