Bersekutu dengan Bapa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus berdoa:
“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat.”
Di sini Paulus menyebutkan tiga unsur yang bersama-sama membentuk kepribadian manusia yang seutuhnya. Ia menyebut ketiga unsur itu secara berurutan, mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah: pertama, roh; kedua, jiwa; ketiga, tubuh.
Roh merupakan bagian dari kepribadian manusia yang dihembuskan Tuhan secara langsung ke dalam tubuh manusia pada saat penciptaan. Oleh karena itu, roh manusia mempunyai kemampuan untuk menyatu dan berhubungan langsung dengan Sang Pencipta. Di 1 Korintus 6:17 (terjemahan LAI) Paulus berkata:
“Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”
Akan salah seandainya di situ tertulis “satu jiwa dengan Dia.” Karena hanyalah roh manusia yang dapat menyatu dan berhubungan langsung dengan Tuhan. Berdasarkan pola awal pada saat penciptaan, roh manusia berhubungan ke atas dengan Allah Penciptanya, dan ke bawah dengan jiwanya sendiri. Allah berkomunikasi langsung dengan roh manusia, kemudian dengan jiwanya melalui roh manusia. Kemudian roh dan jiwa manusia bersama-sama berkomunikasi dengan tubuhnya.
Sekarang, ijinkanlah saya memberi kepada saudara tiga definisi mengenai fungsi roh, jiwa dan tubuh – definisinya sederhana saja, tetapi cukup membantu juga. Roh manusia itu memiliki kesadaran mengenai Allah. Jiwa memiliki kesadaran mengenai diri sendiri. Tubuh memiliki kesadaran mengenai dunia di sekitarnya. Melalui roh kita menjadi sadar mengenai Tuhan. Dalam jiwa kita menyadari diri kita sendiri. Dan melalui tubuh dan panca indera, kita berhubungan dengan dunia di sekitarnya.
Apabila roh manusia berhubungan dan menyatu lagi dengan Tuhan, maka ia dihidupkan kembali menjadi seperti sebuah pelita. Lalu Roh Kudus datang dan mengisi pelita itu dengan minyak, sehingga akan memancarkan sinar yang menerangi seluruh batinnya.
“(Lihat Amsal 20:27.)”
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, diriku kini bersatu dan bersekutu dengan Penciptaku, sebab kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya diriku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.
Kode: WD-B097-152-IND