Mengucapkan Iman Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Tuhan menunjukkan saya bahwa seandainya orang-orang Kristen melihat kembali masa lalunya, banyak yang akan mengakui bahwa mereka telah banyak mengucapkan “pengakuan iman” yang bersifat negatif. Mungkin kita mengeluh mengenai apa yang kita tidak bisa lakukan atau membicarakan berbagai kegagalan serta kekecewaan kita. Tetapi masalahnya adalah bahwa melalui pengakuan-pengakuan tersebut sesungguhnya kita sudah dapat dikatakan memastikan ke mana kita akan pergi.
Ada contoh nyata sekali mengenai fakta ini dalam kisah cerita 12 mata-mata yang diutus Nabi Musa untuk mengintai Negeri Perjanjian. Dua orang pengintai kembali dari perjalanan dengan pengakuan yang bernada positif, tetapi sepuluh orang memberikan suara yang negatif. Sebagian besar warga Israel lebih percaya kepada suara yang negatif: “Tidak mungkin.” Pengakuan yang bernada positif berkata: “Kita pasti bisa.” Melalui pengakuan mulut mereka akhirnya seluruh bangsa Israel waktu itu praktis menentukan sendiri masa depan mereka yang tragis. Yang mengatakan “tidak mungkin” akhirnya memang tidak berhasil. Sedangkan yang berkata “bisa” akhirnya ternyata mampu.
Boleh jadi, saudara juga pernah mengucapkan kata-kata yang negatif dan membuat pernyataan-pernyataan yang kurang memuliakan Yesus. Atau saudara terus saja membicarakan berbagai kekecewaan yang dialami, sedangkan hal itu seakan mengikat saudara untuk terus gagal dan tidak mampu. Jika kita “mengakui” kegagalan, maka kegagalan itulah yang akan kita alami. Jikalau kita “mengakui” percaya, maka Tuhan sendiri akan menjadi milik kita. Katakan saja kepada Tuhan: “Ya Tuhan, maafkanlah aku. Dengan sikapku yang kurang percaya dan pemikiranku yang negatif aku sebenarnya telah membuat tangan-Mu tak berdaya. Saya telah membatasi kemampuan-Mu untuk melakukan sesuatu dalam hidupku.’
Alkitab berkata:
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).
Sesudah saudara menolak semua pengakuan negatif saudara, berterima kasihlah kepada Tuhan, bahwa akhirnya saudara sudah berhasil keluar dari lembah gelap yang sunyi sepi itu. Katakanlah: “aku bisa melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberdayakan diriku dari dalam,” demikianlah sesungguhnya terjemahan bebas dari ayat Filipi 4:13.
*Prayer Response
Terima kasih untuk darah Anak Domba, ya Tuhan. Ku-deklarasikan, “aku bisa melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberdayakan diriku dari dalam,” dan bahwa Iblis kukalahkan melalui darah Anak Domba dan perkataan kesaksianku, dan aku pun tidak menyayangi nyawa sendiri sampai ke dalam maut. Amin.
Kode: WD-B097-077-IND