Melangkah Maju

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ada suatu pilihan yang harus dibuat. Ada sesuatu yang akan mengendalikan diri kita selanjutnya. Manakah yang akan mengendalikan kita: dosa ataukah kebenaran? Jika saudara mengatakan kebenaran, percayalah bahwa saudara pasti akan diuji! Iblis takkan pernah menyerah kalah selama ia merasa ada kemungkinan untuk menjatuhkan kita.
Apabila seseorang dicobai dan diuji, Iblis baru akan berhenti sesudah orang yang bersangkutan sampai pada suatu posisi yang tidak bergeming dengan cobaan tersebut. Orang itu bahkan tidak berpikir tentang dosa itu sama sekali. Dan Iblis cukup jeli untuk tidak membuang-buang waktu lagi dengan orang yang demikian. Tetapi jika ada keragu-raguan atau sifat yang mendua hati pada kita, pasti Iblis akan memanfaatkan kesempatan. Karena itu kita perlu membuat keputusan yang tegas.
Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab … kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan [teks bahasa Inggris, lawlessness, artinya ketidak-patuhan terhadap hukum] yang membawa kamu kepada kedurhakaan.
“Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab … kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan [teks bahasa Inggris, lawlessness, artinya ketidak-patuhan terhadap hukum] yang membawa kamu kepada kedurhakaan.” (Roma 6:19)
Jikalau kita memilih kedurhakaan, maka kedurhakaan itulah yang akan bertambah-tambah. Kita akan menjadi semakin durhaka [lawless, tidak taat hukum]. Banyak di antara kita dapat bercerita mengenai kenyataan tersebut dalam kehidupan kita di masa lalu.
Sebaiknya jangan semakin durhaka, tetapi “kamu sekarang harus menyerahkan anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan [kesucian]” (ayat 19).
“Kamu sekarang harus menyerahkan anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan [kesucian].” (Roma 6:19)
Boleh dikatakan, dalam kehidupan rohani mustahil untuk terus berjalan di tempat. Kita hanya bisa maju ke depan atau mundur ke belakang. Kita hanya akan maju kepada kekudusan atau semakin melangkah mundur kepada pemberontakan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Kini aku menyerahkan diri sebagai hamba (budak) kebenaran dan ku-deklarasikan anggota-anggota tubuhku menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-067-IND