Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Ditempatkan di Atas Mezbah

            Ditempatkan di Atas Mezbah

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Ketika Anda meletakkan hidup Anda di atas mezbah Allah, hidup itu tidak lagi menjadi milik Anda, melainkan milik-Nya. Penyerahan diri sepenuhnya ini mungkin terdengar menakutkan, tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengetahui hal-hal luar biasa yang ingin Dia lakukan melalui hidup Anda.

            Di Roma 12:1 Paulus berkata kita harus mempersembahkan tubuh ini menjadi kurban ketika kita masih dalam keadaan hidup:

            “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

            Apabila saudara mempersembahkan tubuh saudara kepada Tuhan sebagai kurban persembahan yang hidup, maka saudara tidak lagi menganggap diri sendiri sebagai pemilik. Engkau tidak akan memutuskan lagi ke mana tubuhmu harus pergi. Engkau tidak lagi memutuskan apa yang akan dilakukan oleh tubuhmu. Engkau tidak lagi memutuskan apa yang akan dimakan oleh tubuhmu, atau pakaian apa yang akan dikenakannya. Engkau sudah memasrahkan hakmu untuk membuat keputusan-keputusan demikian. Sejak sekarang tubuhmu bukan lagi kepunyaanmu – ia telah menjadi kepunyaan Tuhan. Engkau telah mempersembahkannya kepada Tuhan di atas mezbah dalam keadaan hidup-hidup.

            Apapun yang sudah ditaruh di mezbah menjadi milik Tuhan sejak saat itu. Tubuh itu bukan lagi milik orang yang mempersembahkannya. Itulah yang dituntut Tuhan: supaya umat-Nya mengurbankan tubuh mereka, seperti Yesus juga mengurbankan tubuh-Nya. Bedanya, Yesus mengurbankan tubuh-Nya dengan mati, sedangkan kita diminta untuk mengurbankan tubuh kita dalam keadaan masih hidup – untuk diserahterimakan kepada Tuhan, dengan menyangkali semua hak kita atasnya.

            Nah, mungkin saja ada yang menjadi takut mendengar semua ini. Tetapi dengarlah, saudara, hal ini justru sangat mengasyikkan. Karena Tuhan masih punya banyak gagasan dan ide mengenai apa yang akan Dia lakukan dengan saudara dan tubuh saudara. Tetapi Ia tidak akan menceritakan rencana-Nya sampai tubuh saudara benar-benar sudah menjadi milik-Nya. Terlebih dahulu engkau harus menyerahkan tubuhmu kepada-Nya, dan nanti engkau akan mengerti sendiri apa yang harus kau lakukan dengan tubuhmu itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, kini ku-letakkan tubuhku sebagai kurban persembahan yang hidup di atas mezbah Tuhan. Sekarang tubuhku bukan lagi milikku, tetapi milik Tuhan. Akulah buatan tangan Bapaku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Ditempatkan di Atas Mezbah has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-273-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan