Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Mengingkari Kehendak Kita Sendiri

            Mengingkari Kehendak Kita Sendiri

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Sebagai Imam Besar kita yang agung, Yesus mempersembahkan korban yang unik kepada Allah Bapa melalui doa-doa-Nya dan ketaatan-Nya yang penuh hormat. Teladan-Nya dalam belajar taat melalui penderitaan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, yaitu menyangkal diri dan berkata, "Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu yang jadi."

            Ada sesuatu yang khusus dilakukan oleh para imam di era PL: mereka harus selalu mempersembahkan kurban-kurban. Yesus pun harus mempersembahkan suatu kurban, karena Ia pun seorang imam. Namun karena bukan keturunan suku Lewi, Ia tidak dapat mempersembahkan kurban-kurban hewani seperti ditetapkan oleh Hukum Taurat. Maka sebagai imam Ia mempersembahkan kurban-Nya sendiri yang khusus, yaitu Doa.

            “Dalam hidupnya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia [Allah Bapa], yang sanggup menyelamatkann-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.”

            (Ibrani 5:7–8)

            Karena Yesus begitu hormat dan taat kepada-Nya, Allah Bapa mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan-Nya. Yesus belajar untuk taat melalui penderitaan. Yesus pun harus belajar ketaatan. Dan demikian juga kita, umat Kristen, diharuskan untuk belajar ketaatan dengan cara yang sama. Akhirnya ketaatan itu hanya kita dapatkan dengan bersikap taat. Ketaatan itu tidak diperoleh dengan mendengarkan khotbah-khotbah mengenai ketaatan. Bisa saja khotbah itu menolong kita, tetapi ketaatan itu harus dipraktikkan, yaitu dengan bersikap taat, selangkah demi selangkah. Ketaatan mendatangkan penderitaan, karena untuk itu kita harus menaklukkan dan mengingkari kehendak/ kemauan kita sendiri.

            Ada sebuah ungkapan Yesus yang menjadi kunci dari ketaatan-Nya:

            “Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”

            (Lukas 22:42).

            Setiap langkah ketaatan dalam kehidupan Kristiani adalah langkah penyangkalan diri. Yesus berkata:

            “Tiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”

            (Matius 16:24).

            Hal itu pasti menyakitkan, karena keakuan manusia (“ego”) yang lama ini tidak senang untuk ditolak. Sang ego berkata: “Aku mau itu,” “Aku orang penting,” “Aku lebih cocok kalau begini,” “Aku senang yang begini,” “Emoh, aku tidak mau,” dan seterusnya. Dengan menjadi pengikut Yesus, mau tidak mau sang ego harus mengalami penyangkalan secara terus-menerus.

            Dalam perikop ayat dari Surat Ibrani itu Tuhan mengatakan bahwa kita, putra-putra-Nya akan menjadi dewasa melalui ketaatan. Yesus yang menjadi contohnya. Allah membimbing Yesus kepada kedewasaan melalui ketaatan. Itulah jalan yang juga harus ditempuh oleh saudara dan saya. Inilah “jalan yang baru dan yang hidup” itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, untuk mengikuti Tuhan aku harus terus menyangkal ego-ku, dan aku memutuskan untuk mengikuti teladan Yesus supaya memenuhi persyaratan tersebut. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Mengingkari Kehendak Kita Sendiri has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-314-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan