Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Puji-pujian yang Bersifat Menular

            Puji-pujian yang Bersifat Menular

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Ketika melarikan diri demi keselamatannya dan berpura-pura tidak waras, Raja Daud membuat keputusan yang luar biasa untuk senantiasa memberkati Tuhan. Teladannya menunjukkan kepada kita bahwa mempersembahkan korban pujian, bahkan ketika kita tidak memiliki apa-apa lagi, adalah cara kita benar-benar membesarkan Tuhan dan mengajak orang lain untuk bersukacita.

            Marilah kita melihat contoh Raja Daud dalam Mazmur 34. Kata pengantar untuk mazmur ini berkata:

            “Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi”.

            Pada waktu itu Daud sedang menjadi buronan yang harus melarikan diri dari negerinya sendiri. Raja Saul sedang berusaha untuk membunuhnya, sehingga Daud perlu meninggalkan lingkungan yang dikenal olehnya.

            Ia pun pergi ke istana seorang raja dari bangsa lain untuk meminta perlindungan. Namun raja tersebut mencurigai Daud sebagai seorang musuh negara. Maka Daud terpaksa berpura-pura menjadi tidak waras, demi menyelamatkan hidupnya sendiri.

            Kitab 1 Samuel yang mencatat sejarah mengungkapkan bagaimana Daud mencorat-coret pintu istana dan membiarkan air liur meleleh di janggutnya.

            “(Lihat 1 Samuel 21:10-15.)”

            Demikianlah keadaannya pada waktu itu. Tetapi bagaimanakah reaksi Daud sendiri?

            “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!”
            “(Mazmur 34:2–4)”

            Daud memuji Tuhan, di tempat itu juga, di tengah-tengah keadaannya yang begitu gawat, ketika nyawanya sendiri sedang dipertaruhkan dan ia harus menahan rasa malu karena berpura-pura gila. Itulah benar-benar suatu kurban puji-pujian.

            Ketika kehidupannya sedang mencapai titik terendah, Daud memutuskan untuk terus memuji Tuhan. Meskipun waktu itu tidak ada hal lain yang dapat dia banggakan, ia memutuskan untuk berbangga mengenai Tuhan.

            Maka Daud pun berkata:

            “Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!”

            Puji-pujian sifatnya menular. Jikalau kita belajar untuk memuji Tuhan demikian, orang-orang lain akan turut memuji juga. Namun berkeluh kesah pun bisa menular juga. Jikalau kita berkeluh kesah, orang-orang lain yang juga berkeluh kesah akan tertarik pada kita.

            Kita mesti belajar untuk senantiasa mempersembahkan kurban puji-pujian kepada Tuhan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, aku memuji-Mu. Ku-deklarasikan, tidak peduli bagaimana keberadaanku sendiri, aku mempersembahkan kurban puji-pujian kepada-Nya, dengan berbangga mengenai Tuhan. Aku akan senantiasa mempersembahkan kurban puji-pujian. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Puji-pujian yang Bersifat Menular has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-361-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan