Pengurbanan yang Sangat Mahal

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Marilah kita melihat sebuah ayat dalam kitab Amsal yang menunjukkan betapa pentingnya kata-kata yang diucapkan oleh mulut kita.
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21)
Ada dua hal yang diakibatkan oleh lidah manusia: kematian dan kehidupan. Jikalau kita berkeluh kesah atau bersikap negatif atau hanya memikirkan diri sendiri, lidah kita akan menghasilkan kematian. Tetapi jika kita sudah dibebaskan dari segala kenegatifan itu dan terus memuji dan menyembah Tuhan, lidah itu akan menghasilkan kehidupan. Lagi pula, apapun buah yang dihasilkan oleh lidah, entah manis atau pahit, kita sendirilah yang harus memakan buahnya.
Marilah kia kembali lagi kepada ayat percontohan untuk minggu ini. Saya ingin mengemukakan satu hal lain lagi yang penting dari ayat itu. Penulisnya berkata:
“Marilah kita, oleh Dia [Yesus], senantiasa mempersembahkan kurban syukur [puji-pujian] kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” (Ibrani 13:15)
Dalam ayat ini ada satu perkataan yang sangat signifikan, yaitu “kurban.” Syukur (atau puji-pujian) itu sesungguhnya adalah suatu kurban. Menurut prinsip-prinsip Firman Tuhan, kurban menuntut adanya suatu kematian. Dalam mempersembahkan kurban-kurban dalam PL, tak ada sesuatu apa pun yang dipersembahkan kepada Tuhan kalau belum mati dulu. Maka kita melihat bahwa untuk mempersembahkan kurban puji-pujian memang diperlukan suatu kematian, yaitu kematian manusia lama. Manusia lama tidak dapat memuji Tuhan sebagaimana Ia memang layak untuk dipuji. Karena itu harus terjadi suatu kematian terlebih dahulu.
Sekali lagi, kita mengetahui bahwa untuk mempersembahkan suatu kurban kita perlu membayar sesuatu, sebab puji-pujian itu memang mahal harganya. Mungkin dapat saya katakan begini: kita perlu paling banyak memuji-muji Tuhan pada waktu kita merasa paling tidak terdorong untuk melakukannya. Puji-pujian itu tidak bergantung kepada perasaan kita. Ia merupakan suatu kurban yang dipersembahkan oleh roh kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, aku memuji-Mu. Ku-deklarasikan, puji-pujian merupakan suatu kurban, puji-pujian itu mahal harganya, dan aku akan memuji Tuhan, entah aku merasa senang atau pun tidak. Aku akan senantiasa mempersembahkan kurban puji-pujian. Amin.
Kode: WD-B097-360-IND