Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Bibir yang Mengucapkan Terima Kasih

            Bibir yang Mengucapkan Terima Kasih

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Kita dipanggil untuk senantiasa mempersembahkan korban pujian kepada Allah, suatu tindakan yang mengalir dari hati yang penuh syukur. Ungkapan penyembahan yang indah ini menjadi mungkin ketika kita dibebaskan dari kasih akan diri sendiri dan dunia melalui Salib Kristus.

            Sekarang kita sampai kepada ajakan “Marilah kita” yang ke-12 di kitab Ibrani, yaitu kebulatan tekad yang terakhir. Demikian bunyinya:

            “Sebab itu marilah kita, oleh Dia [Yesus], senantiasa mempersembahkan kurban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).

            Bagi saya kebulatan tekad ini sangat indah dan tepat, karena kita memang diajarkan untuk melakukannya terus. Jika kita senantiasa mempersembahkan kurban puji-pujian kepada Tuhan di sepanjang tahun, nanti akan nyata sekali bedanya, hasil yang akan tercapai pada tahun itu bagi kita masing-masing.

            Langkah yang terakhir ini adalah: mempersembahkan kurban puji-pujian kepada Tuhan. Dan secara langsung langkah ini secara praktis berkesinambungan dengan dua langkah sebelumnya, yaitu: “Mari kita mengucap syukur” dan “Mari kita keluar mendapatkan Dia di luar pintu gerbang kota.”

            Apabila kita berterima kasih, secara normal kita akan memuji-muji Tuhan. Ada banyak ayat dalam Alkitab, di mana ucapan syukur dikaitkan dengan puji-pujian. Salah satu ayat yang paling bagus terdapat di Mazmur 100:4:

            “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian.” (Mazmur 100:4)

            Langkah pertama untuk mendapatkan akses dan masuk hadirat Tuhan adalah dengan mengucap syukur. Langkah kedua adalah puji-pujian. Pengucapan syukur akan menghantar kita kepada puji-pujian. Rasa syukur itu diekspresikan dalam puji-pujian dan mengalir keluar berupa puji-pujian.

            Langkah yang terdahulu adalah: “Mari kita keluar mendapatkan Dia di luar kota.” Langkah itu membebaskan kita dari dua macam perbudakan, yaitu menyenangkan diri sendiri dan menyenangkan dunia. Sekali lagi, langkah ini berhubungan langsung dengan kurban puji-pujian. Semula mungkin kita tidak melihat ini, Tetapi memang ada dua kendala besar yang menghalangi orang untuk memuji-muji Tuhan secara spontan dan bebas merdeka: cinta akan diri sendiri dan cinta akan dunia.

            Selama cinta kasih kita hanya berpusat kepada diri sendiri atau kepada dunia ini, maka kita tidak bebas merdeka untuk memuji-muji Tuhan. Kayu salib itulah yang dapat menyingkirkan kedua kendala tersebut dan memerdekakan kita untuk memuji-muji Tuhan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, aku memuji-Mu. Ku-deklarasikan, aku akan menyingkirkan segala penghalang dan mempersembahkan puji-pujian kepada Tuhan, yaitu “buah-buahan bibir yang mengucap syukur atas nama-Nya.” Aku akan senantiasa mempersembahkan kurban puji-pujian. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Bibir yang Mengucapkan Terima Kasih has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-358-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan