Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dia Dikucilkan Supaya Kita Diterima

            Dia Dikucilkan Supaya Kita Diterima

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Pernahkah Anda bergumul dengan rasa sakit karena penolakan? Yesus Kristus sangat memahami perasaan ini, sebab Dia diusir dari hadirat Allah di atas kayu salib sebagai kambing hitam kita, agar kita dapat diterima sepenuhnya dan untuk selama-lamanya oleh Bapa.

            Dalam Imamat pasal 16 kita membaca mengenai perayaan Hari Pendamaian, terutama mengenai seekor kambing hitam. Pada hari raya ini ada dua ekor kambing yang disebutkan. Yang satunya dijadikan kurban untuk dosa dan mati disembelih. Kambing yang lainnya disebut azazel, artinya “kambing hitam”

            “Imamat 16:8”

            dan dibawa pergi ke padang gurun. Kambing itu dibawa ke suatu tempat di mana tidak ada penghuninya, dan di sana ia akan mengembara terus sampai akhirnya mati kehausan. Kambing itu tidak pernah kembali lagi.

            Yang digambarkan sebagai kambing hitam pada Hari Pendamaian itu adalah Yesus. Ia pun dikucilkan dari hadirat Allah yang Mahakuasa. Sesungguhnya Yesus digambarkan oleh kedua ekor kambing tersebut. Seperti kambing yang disembelih untuk dosa-dosa bangsa Israel, Yesus telah mati pada kayu salib. Tetapi sebagai kambing hitam Ia telah dikucilkan dari hadirat Tuhan, sehingga Ia harus menderita ketertolakan demi kepentingan kita. Kebalikan dari pengucilan adalah penerimaan. Itulah yang diungkapkan dalam Efesus 1:6:

            “yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.”

            Kita semua harus paham benar bahwa kita sudah diterima baik. Sekali lagi saya katakan, salah satu masalah yang paling banyak dihadapi oleh orang-orang di Amerika yang modern adalah rasa ketertolakan itu. Di jemaat gereja mana pun kita berada di Amerika, saya berani mengatakan bahwa selalu akan ada beberapa orang yang mengalami pergumulan dengan rasa tertolak itu.

            Umumnya rasa tertolak itu disebabkan oleh orang tua mereka sendiri. Ketika masih dalam masa pertumbuhan, mereka tidak pernah yakin bahwa keberadaan mereka benar-benar disambut dengan baik. Akibatnya, mereka tidak pernah merasa diri diterima apa adanya. Mereka menjalani kehidupan dengan terus merasa dirinya tertolak, tidak bahagia, sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, dan tidak memiliki kemampuan untuk memperlihatkan kasih sayang, sebab mereka sendiri belum pernah merasakan kasih sayang itu.

            Dari banyak pengalaman, saya akhirnya mengetahui bahwa untuk bisa membantu orang-orang demikian kita harus meyakinkan mereka bahwa sesungguhnya mereka itu diterima baik oleh Allah. Betapa mereka bisa terhibur jika menyadari bahwa Tuhan sendiri pernah juga mengalami sakitnya ketertolakan. Karena tak ada yang begitu tertolak seperti Yesus sendiri, ketika Ia mati menebus dosa-dosa kita pada kayu salib.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memanggilku untuk meninggalkan dunia ini. Ku-deklarasikan, aku “diterima baik di dalam Dia yang dikasihi-Nya” karena Yesus dikucilkan dari hadirat Allah yang Mahakuasa. Aku akan pergi kepada-Nya di luar kota. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dia Dikucilkan Supaya Kita Diterima has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-355-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan