Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menyatukan Jatidiri dengan Salib

            Menyatukan Jatidiri dengan Salib

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Banyak orang yang mengaku mengikuti Kristus sebenarnya adalah musuh Salib-Nya, karena mereka hidup untuk menyenangkan diri sendiri dan dunia. Komitmen sejati menuntut kita menolak perzinahan rohani ini dan tetap sepenuhnya setia kepada Mempelai Pria kita, Yesus Kristus.

            Apabila kita sungguh berkomitmen terhadap Yesus, kita harus menyatukan jati diri kita dengan salib-Nya dan pergi menyongsong Dia di tempat penyaliban-Nya. Dengan berkomitmen demikian ada dua hal yang pasti tidak dapat kita lakukan lagi: menyenangkan diri sendiri dan menyenangkan dunia.

            “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.” (Filipi 3:17–19)

            Di sini Paulus berbicara mengenai orang-orang yang hanya mengaku diri Kristen, namun mereka adalah musuh-musuh salib yang mengklaim dirinya sebagai pengikut Kristus. Mereka melampiaskan hawa nafsunya, dan pikirannya hanya tertuju kepada perkara-perkara dunia. Prinsip salib – mati bagi diri sendiri dan bagi perkara-perkara daging (kejiwaan) – tidak pernah dipraktikkan dalam hidup mereka.

            Di dalam gereja sekalipun banyak orang mengatakan dirinya pengikut Kristus, tetapi pada hakikatnya mereka telah menolak salib. Akhir kesudahan mereka adalah kebinasaan.

            Dengan menyatukan diri dengan salib Yesus, kita juga menolak untuk menyenangkan dunia ini. Yakobus menulis kata-kata pedas ini kepada orang-orang yang hanya mengaku percaya dengan mulut mereka:

            “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia [berzina]! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).

            Yakobus terang-terangan menyebut orang-orang itu orang-orang yang telah “berzina.” Harus ada komitmen spiritual untuk menjadi bagian dari mempelai Kristus, yaitu gereja. Mempelai harus tidak bercabang hati, harus berkomitmen dan tetap setia kepada Yesus.

            Jika kesetiaan kepada Yesus itu sempat dicemari oleh kecintaan akan dunia, maka kita berzina secara rohani. Berarti kita tidak setia lagi dengan Mempelai Lelaki, Yesus Kristus. Bersahabat dengan dunia sesungguhnya berarti melakukan perzinaan rohani.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memanggilku untuk meninggalkan dunia ini. Ku-deklarasikan, aku akan menjalankan prinsip kayu salib ini, yaitu mati bagi diri sendiri dan mati terhadap perkara-perkara duniawi. Aku akan pergi kepada-Nya di luar kota. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menyatukan Jatidiri dengan Salib has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-353-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan