Mengalami Penghinaan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kebulatan tekad atau ajakan “Marilah kita” yang ke-11 dalam kitab Ibrani tercatat di dalam pasal 13:
“Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendir. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.”
Ayat di atas berbicara mengenai sikap dan hubungan kita terhadap dunia sekarang ini. Ayat itu mengatakan pada kita bahwa dunia ini bukanlah tempat tinggal kita. Kita tidak mempunyai tempat tinggal yang permanen di dalam dunia ini. Dunia telah menolak Yesus. Dunia telah mengusir Yesus dari dalam kota dan menyalibkan Dia di luar pintu gerbang kota.
Alkitab selalu mengatakan bahwa penyaliban terhadap Yesus itu terjadi di luar dinding kota. Yesus telah ditolak oleh mereka. Ia dipecat dan dikeluarkan dari dalam masyarakat. Dunia tidak menghendaki-Nya. Demikianlah caranya dunia memperlakukan Yesus. Dan cepat atau lambat, dan entah bagaimana caranya, demikian juga caranya dunia akan memperlakukan saudara dan saya sebagai orang-orang yang percaya.
Kita seharusnya bersedia untuk pergi mendapatkan Dia – di tempat di mana Ia disalibkan, ditolak dan dipermalukan – dan turut mengalami penghinaan yang Dia alami. Di bagian lain dari surat Ibrani itu tertulis bahwa kehinaan Kristus sesungguhnya merupakan kekayaan yang lebih besar daripada segala harta karun di negeri Mesir.
“(Lihat Ibrani 11:26.)”
Demikianlah, kehinaan Kristus menjadi kemuliaan bagi kita.
Sesudah itu sang penulis memberikan suatu alasan yang bagus sekali:
“Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap.”
Mungkin orang lain ada yang berpikir bahwa dunia ini bersifat permanen, tetapi kita mengetahui itu tidak benar.
“Tetapi kita mencari kota yang akan datang.”
Memang ada sebuah kota tertentu yang menjadi destinasi serta tempat tinggal yang didambakan oleh semua orang yang sungguh percaya. Di situlah rumah tinggal kita yang sebenarnya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memanggilku untuk meninggalkan dunia ini. Ku-deklarasikan, aku bersedia untuk pergi keluar dari tembok kota untuk menderita malu. Aku akan pergi kepada-Nya di luar kota. Amin.
Kode: WD-B097-351-IND