Melakukan Kehendak Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sikap berterima kasih merupakan sebuah cara untuk mengekspresikan damai sejahtera Kristus yang menguasai hati kita, yaitu sebuah ekspresi dari Firman Kristus yang bersemayam dalam diri kita. Mengucap syukur merupakan sebuah prinsip yang semestinya mengatur segala sesuatu yang kita kerjakan. (Lihat Kolose 3:15-17.)
Mari kita lihat tiga ayat yang singkat namun tidak kalah penting, dan kita mulai dengan 1 Tesalonika 5:16-18:
“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Dalam ayat-ayat itu terdapat tiga instruksi: bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, dan mengucap syukurlah dalam segala hal. Soal mengucap syukur dalam segala hal, Paulus berkata: “Itulah yang dikehendaki Allah [bagi kamu] di dalam Kristus Yesus.” Apabila kita tidak mengucap syukur, sesungguhnya kita tidak melakukan kehendak Allah. Dengan kata lain, kita berada di luar kehendak Tuhan. Betapa pentingnya untuk mengerti akan hal ini!
Hal kedua yang ingin saya katakan mengenai sikap berterima kasih atau sikap bersyukur: sesungguhnya ucapan syukur itu merupakan tanda dari kepenuhan Roh Kudus. Paulus menulis:
“Janganlah padamkan Roh” (ayat 19).
Inilah yang dia katakan kepada jemaat Efesus:
“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh [Kudus]” (Efesus 5:17–18).
Mengenai kehendak Tuhan ini Paulus mulai memberikan suatu hal yang negatif, disusul dengan sesuatu yang positif. Kita akan sungguh bodoh kalau tidak memahami kebenaran-kebenaran ini sehubungan dengan kehendak Tuhan. Semua instruksi yang diberikan sama-sama penting. Tidak dibenarkan kalau orang Kristen menjadi mabuk karena anggur. Tetapi juga tidak dibenarkan kalau orang Kristen tidak dipenuhi oleh Roh Kudus.
Sebagai orang-orang yang besifat agamawi, kita terkadang terlalu memusatkan perhatian kepada hal yang negatif – jangan memenuhi diri dengan anggur sehingga mennjadi mabuk – sehingga kita lupa akan sisi yang positif – dipenuhi dengan Roh Kudus. Ya, kita sungguh perlu dipenuhi dengan Roh.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena segala sesuatu yang telah Kau kerjakan bagiku. Ku-deklarasikan, aku akan menjalankan kehendak Tuhan dan menunjukkan kepenuhan akan Roh Kudus. Aku akan menunjukkan terima kasihku. Amin.
Kode: WD-B097-350-IND