Mengucap Syukur kepada Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sikap berterima kasih itu merupakan sesuatu yang diperintahkan langsung oleh Alkitab. Jika kita tidak berterima kasih, berarti kita tidak taat. (Lihat 1 Tesalonika 5:18.) Seperti juga kebanyakan sikap penting dalam kehidupan Kristiani, sikap berterima kasih itu dipicu bukan oleh perasaan manusia, melainkan oleh kehendaknya. Untuk bersikap berterima kasih, tidak perlu untuk merasa berterima kasih.
Orang tua selalu melatih anak-anak mereka untuk mengucapkan “terima kasih.” Di negeri Inggris, anak-anak bahkan disuruh mengucapkan “terima kasih” sebelum menerima sesuatu apa pun. Hal ini sudah merupakan bagian dari tata krama.
Tuhan seringkali berbuat demikian juga dengan kita, karena Ia juga menyuruh kita untuk mengucap syukur sebelum benar-benar menerima sesuatu. Seringkali, kalau kita menunggu bicara sampai sudah menerimanya, kita justru tidak mendapatkannya.
“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
(Kolose 3:15–17)
Ayat di atas menuntut dua hal: kita harus mengerjakan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, dan harus mengucap syukur sementara mengerjakannya. Instruksi ini berlaku untuk semua pekerjaan, entah menggosok lantai dapur, membersihkan kamar mandi, mengendarai mobil, atau menulis sepucuk surat.
Dengan demikian kita sekaligus mendapatkan tolok ukur yang membantu untuk membedakan antara hal yang baik dan yang buruk. Kalau seandainya ada sesuatu yang dengan sejujurnya tidak dapat kita lakukan dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur, maka lebih baik untuk tidak melakukannya. Dengan cara demikian kita tidak memerlukan lagi sekian banyak peraturan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Cara itu merupakan prinsip mendasar untuk mengatur turut kata dan tindak-tanduk kita.
“1 Tesalonika 5:18.”
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena segala sesuatu yang telah Kau kerjakan bagiku. Ku-deklarasikan, aku akan melakukan segala perkara dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucapkan syukur kepada Allah Bapa seraya melakukannya. Aku akan menunjukkan terima kasihku. Amin.
Kode: WD-B097-349-IND