Pentingnya Sikap Berterima Kasih

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Marilah kita memperhatikan keadaan dunia akhir-akhir ini. Kita tahu bahwa tak lama lagi akan terjadi banyak kegoncangan.
(Lihat Ibrani 12:26-27.)
Cobalah saudara memperhatikan bagaimana karakter, moral dan standar-standar yang telah semakin merosot belakangan ini. Paulus berkata:
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3:1–5)”
Betapa mengerikan daftar dari kebejatan moral dan karakter yang akan kita lihat menjelang akhir zaman ini. Saya memprediksi bahwa jikalau membaca kembali seluruh daftar tersebut di atas, saudara akan mendapati bahwa sebagian besar cacat moral itu sudah mulai tampak dalam masyarakat modern sekarang.
Dan di bagian tengah dari daftar itu dikatakan bahwa “orang-orang akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama [tidak suci], tidak tahu mengasihi.” Perhatikan kaitannya. Yang tidak tahu berterima kasih terdaftar persis di sebelah orang-orang yang tidak mempedulikan agama (yang tidak memiliki kekudusan). Kalau kita benar kudus, tak mungkin untuk mempunyai sikap yang tidak tahu berterima kasih.
Allah yang kita sembah adalah api yang menghanguskan
(lihat Ibrani 12:29),
dan Ia menuntut agar kita mengabdi kepada-Nya dengan kekudusan. Kita juga harus mengabdi kepada-Nya dengan ucapan syukur. Kita harus menghadap kepada-Nya dengan ucapan syukur.
“Marilah kita memperlihatkan sikap terima kasih, supaya kita berkenan kepada-Nya dalam pengabdian yang disertai rasa hormat dan takut akan Allah. (Lihat ayat 28.)”
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena segala sesuatu yang telah Kau kerjakan bagiku. Ku-deklarasikan, aku akan melayani Allah kita dengan kekudusan dan rasa terima kasih, karena Ia adalah api yang menghanguskan. Aku akan menunjukkan terima kasihku. Amin.
Kode: WD-B097-348-IND