Proses yang Memampukan untuk Bertekun

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Marilah kita mempelajari beberapa prinsip yang dapat membantu mengembangkan ketekunan atau keuletan. Untuk itu kita akan membaca dulu tulisan Paulus di Roma 5:1-2:
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah [bersukacita] dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”
Kita memang bersukacita melihat masa depan kita. Namun selanjutnya Paulus berkata, kita bukan hanya bersukacita melihat masa depan, tetapi juga melihat apa yang ditawarkan pada hari ini:
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah [bersukacita] juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan” (ayat 3–4).
Di ayat 3 digunakan kata “bermegah”, tetapi dalam bahasa Yunani aslinya kata itu berarti “bersukacita, bergembira.” Semestinya kita bersukacita dalam kesusahan, mengingat apa yang akan dihasilkan oleh kesusahan itu. Terjemahan New American Standard Bible berkata: “Kesusahan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan menghasilkan karakter yang teruji, dan karakter yang teruji menghasilkan pengharapan.” Ketekunan atau keuletan menghasilkan karakter yang teruji dalam diri kita. Inilah hakikat ketekunan: karakter yang tahan uji. Seperti Paulus menulis:
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5).
Cinta kasih itu berbicara mengenai karakter. Pada hakikatnya, kita sedang membentuk karakter kita masing-masing. Kita bersukacita mengalami kesusahan, karena hanya kesusahan-lah yang bisa menghasilkan ketekunan dan keuletan. Sedangkan ketekunan menghasilkan karakter yang teruji.
Saya mengenal sejumlah orang dengan siapa saya pernah bekerja sama dan sama-sama mengalami kesusahan, dimusuhi, difitnah dan disalah-mengerti. Tetapi hari ini bagi saya karakter mereka sudah teruji. Saya tahu saya dapat mempercayai mereka. Di tengah-tengah begitu banyak gejolak pengkhianatan dan perbuatan yang melawan hukum, saya memang perlu tahu siapa yang dapat kupercayai.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena menolongku untuk “maju terus.” Ku-deklarasikan, aku bersukacita dalam segala kesusahan yang membentuk karakterku dan harapan yang kuperlukan untuk menyelesaikan perlombaan. Aku akan lari dalam perlombaannya dengan penuh ketekunan. Amin.
Kode: WD-B097-342-IND