Sikap Mental yang Benar

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Salah satu persyaratan yang diperlukan untuk berlari dengan baik dalam suatu perlombaan adalah sikap mental yang positif. Kebenaran ini diungkapkan oleh Paulus ketika berbicara mengenai hubungannya dengan Yesus Kristus:
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati” (Filipi 3:10–11).
Paulus mempunyai tujuan yang spesifik. Ia tidak sembarangan berlari.
“Lihat 1 Korintus 9:26.”
Ia mempunyai suatu sasaran tujuan. Ia tahu apa sasarannya, dan itulah yang membentuk sikap mentalnya. Paulus pun melanjutkan:
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya [“I press on,” aku terus mendesak maju, dalam teks Alkitab bhs. Inggris], kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus” (ayat 12).
Dalam visi Paulus, Kristus telah “menangkap”nya dengan suatu tujuan tertentu, dan untuk mencapainya ia harus mengerti tujuan tersebut. Ia harus bertekad menjadikan tujuan Kristus itu sebagai tujuannya juga.
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari [“I press on,” aku terus mendesak maju] kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (ayat 13–14)”
Ungkapan “I press on” (bhs. Inggris), artinya “aku terus mendesak maju”, muncul dua kali, sekali di ayat 12 dan sekali lagi di ayat 14. Itulah sikap mental yang perlu kita miliki bersama Paulus: “Aku akan terus maju. Aku mempunyai suatu sasaran tujuan. Aku belum sampai di situ, tetapi aku tahu ke mana tujuanku.” Ketika terakhir kali Paulus memakai ungkapan press on itu ia berkata: “Aku … berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Ada suatu “hadiah” yang tersedia bagi orang-orang yang berhasil menyelesaikan perlombaan itu. Hendaknya kita terus mengingat tujuan itu, karena tidak ingin kehilangan hadiah kita yang telah disediakan oleh Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena menolongku untuk “maju terus.” Ku-deklarasikan, aku akan menjaga sikap mental yang baik – dan selalu mengingat sasaran tujuanku. Aku akan lari dalam perlombaannya dengan penuh ketekunan. Amin.
Kode: WD-B097-338-IND