Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menurunkan Diri Sendiri dari Takhta

            Menurunkan Diri Sendiri dari Takhta

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Seorang Farisi yang sombong berubah menjadi hamba yang rendah hati bagi orang-orang yang dulu dipandang rendah olehnya. Transformasi luar biasa Rasul Paulus mengungkapkan tiga langkah penting untuk menurunkan takhta diri sendiri, menempatkan Kristus sebagai Tuhan, dan menjalani hidup dalam pelayanan.

            Bicara mengenai kesediaan untuk melayani orang-orang lain, saya ingin menunjuk kepada sebuah ayat lain yang ditulis oleh Rasul Paulus, yaitu sesuatu yang ditulisnya kepada umat Kristen di jemaat Korintus. Karena latar belakangnya, Paulus itu adalah seorang warga Yahudi yang taat sekali mengikuti semua peraturan agama. Ia juga seorang dari kaum Farisi, dan memenuhi syarat untuk mengajar sebagai seorang rabbi atau guru agama Yahudi. Karena kesalehannya pada waktu itu ia menolak untuk bergaul dengan orang lain yang dianggapnya najis atau lebih rendah derajatnya.

            Tetapi begitu ia mulai mengenal akan Yesus, suatu perubahan yang radikal terjadi dalam karakternya. Bayangkan! Dari sudut pandangan Yahudi, penduduk kota Korintus itu sesungguhnya adalah sampah masyarakat. Dalam suratnya ini Paulus berkata bahwa sebagian mereka dahulunya adalah pelaku homoseks, sebagian mereka itu pelacur dan pemabuk, dan yang lainnya adalah orang yang sering bicara kotor. Pendeknya, mereka itu tidak bisa dianggap orang yang baik. Korintus merupakan salah satu kota pelabuhan besar di dunia pada masa itu. Dan seperti banyak kota pelabuhan, ada segala macam manusia di antara penduduknya.

            Tetapi, tidakkah saudara akan terkejut membaca apa yang dikatakan Paulus sekarang?

            “Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus” (2 Korintus 4:5).

            Di sini mantan orang Farisi yang tadinya begitu angkuh berkata: “Demi Yesus kami mau menjadi budak-budak yang melayani kalian” – bahkan melayani orang-orang semacam warga kota Korintus!

            Perhatikanlah tiga langkah yang disebutkannya. Pertama, turunkan “sang aku” dari takhtanya: “bukan diri kami.” Kedua, dudukkanlah Kristus di atas takhta: “Yesus Kristus sebagai Tuhan”. Ketiga, mengabdilah kepada orang-orang yang lain: “[Kami adalah] hambamu karena kehendak [demi] Yesus.” Ketiga langkah itu penting sekali. Layanilah orang-orang lain dengan semangat cinta kasih. Itulah pesan Rasul Paulus: berhentilah mementingkan diri dan bebaskan dirimu dari penjara ke-egoisan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menolongku untuk mengasihi orang-orang lain. Ku-deklarasikan, aku menurunkan diriku sendiri dari takhta, dan menaikkan Kristus di atas takhta, serta melayani orang-orang lain. Aku akan memperhatikan orang-orang yang lain. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menurunkan Diri Sendiri dari Takhta has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-332-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan