Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menghampakan Diri

            Menghampakan Diri

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Sikap kita terhadap sesama sebenarnya mencerminkan sikap kita terhadap Tuhan sendiri. Perhatikan bagaimana meneladani hati Kristus yang tidak mementingkan diri sendiri, yang telah menjadi hamba, memampukan kita untuk benar-benar melayani Allah dengan melayani umat-Nya dalam kasih.

            Di Filipi pasal 2 Paulus berkata bahwa kita harus mengikuti teladan Yesus. Sejak dahulu saya selalu berkata, bahwa sikap-sikap kita akan menentukan pola pendekatan kita, dan pola pendekatan kita akan menentukan hasil yang akan dicapai. Berikut inilah sikap yang semestinya perlu dikembangkan:

            “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba” (Fiipi 2:5–7).

            Istilah “hamba” di sini (bond-servant, artinya hamba yang terikat) dalam bahasa Yunaninya sesungguhnya berarti “budak.” Jadi, kita melihat Yesus itu sebenarnya adalah Tuhan yang berdaulat atas segala-galanya, tetapi suatu saat Ia “mengosongkan diri” dan bersedia menjadi seorang budak. Kita harus belajar meniru sikap-Nya ini.

            Di kitab Galatia Paulus menulis sebuah perikop yang indah sekali, dan yang isinya kurang lebih sama:

            “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa [KJV: ‘untuk memuaskan keinginanmu sendiri yang bersifat kedagingan dan mementingkan diri’], melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’.” (Galatia 5:13–14)

            Dengan melihat dan memperhatikan orang-orang lain sesungguhnya kita dapat membebaskan diri dari kebiasaan mengikuti hawa nafsu atau mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita harus melayani satu sama lain dalam semangat cinta kasih. Saya percaya bahwa pada waktu ini Roh Kudus semakin mengingatkan umat Tuhan untuk memiliki sifat kasih sayang dan tidak mementingkan diri ini.

            Banyak orang suka bicara mengenai melayani Tuhan, tetapi nyatanya mereka tidak pernah melayani sesama manusia. Saya tidak yakin, bahwa kita bisa benar-benar melayani dan mengabdi kepada Tuhan tanpa pernah mau melayani saudara-saudara seiman. Sebab pada kenyataannya Tuhan sering mendatangi kita melalui anak-anak-Nya, yang semuanya adalah sesama anggota dalam tubuh-Nya. Sebenarnya, sikap kita terhadap sesama anggota tubuh Kristus itulah sikap kita terhadap Tuhan sendiri.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menolongku untuk mengasihi orang-orang lain. Ku-deklarasikan, aku akan melayani sesama orang percaya sebagai suatu cara untuk melayani Tuhan. Aku akan memperhatikan orang-orang yang lain. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menghampakan Diri has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-331-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan