Mengeluarkan yang Terbaik

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
(Ibrani 10:24–25)
Sekarang kita akan membahas ajakan “Marilah kita” yang ke-8 yang terdapat di kitab Ibrani, yaitu di ayat yang tersebut di atas. Beberapa terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris mengatakan: “Let us consider how to stimulate one another.” [“Mari kita melihat bagaimana kita dapat men-stimulasi (mendorong) satu sama lain.”] Hanya saja, urutan kalimatnya terbalik dari urutan kalimatnya dalam bahasa Yunani yang asli. Dalam teks Yunani dikatakan: “Mari kita memperhatikan satu sama lain, bagaimana mendorong kepada cinta kasih dan perbuatan-perbuatan yang baik.” Minggu ini kita akan menyatakan kebulatan tekad untuk memperhatikan orang-orang lain, dan terjemahan yang satu ini mengemukakannya dengan baik. Semestinya kita saling memperhatikan untuk selalu saling membangkitkan atau mengeluarkan hal yang terbaik yang ada pada diri kita.
Banyak orang saat ini seakan-akan terpenjara dalam kehidupan mereka yang bersifat ego-sentris. Orang-orang itu tidak pernah benar-benar bahagia, mereka tidak benar-benar merasakan damai sejahtera. Malahan, dengan semakin khawatir dan selalu mencoba menyenangkan diri, masalahnya semakin bertambah. Menurut Alkitab, salah satu cara untuk terbebas dari penjara tersebut adalah dengan berhenti untuk khawatir terus mengenai diri sendiri. Jangan lagi bingung memikirkan diri sendiri, dan mulailah memikirkan dan memperhatikan sesama saudara seiman.
Semestinya kita meniru teladan Yesus dan benar-benar menghayati apa yang dinasihatkan oleh Paulus.
“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
(Filipi 2:3–7)
Kebalikan dari memperdulikan satu sama lain adalah hanya “mencari kepentingan diri sendiri.” Kita akan mengalami kebebasan karena lebih memikirkan orang lain ketimbang memikirkan diri sendiri.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menolongku untuk mengasihi orang-orang lain. Ku-deklarasikan, aku lebih memikirkan orang-orang lain daripada diri sendiri. Aku akan memperhatikan orang-orang yang lain. Amin.
Kode: WD-B097-330-IND