Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Iman/Masa Kini – Pengharapan/Masa Mendatang

            Iman/Masa Kini – Pengharapan/Masa Mendatang

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Tahukah Anda bahwa Alkitab secara tegas hanya mendefinisikan satu kata, yaitu iman, yang menunjukkan bahwa iman sejati adalah suatu realitas yang hidup di dalam hati kita, bukan sekadar angan-angan. Keyakinan yang kuat kepada Tuhan Yesus inilah yang melindungi hati kita dan membawa kepada keselamatan yang sejati.

            Dalam Ibrani pasal 11 kita membaca definisi iman, yaitu satu-satunya hal yang didefinisikan dengan begitu gamblang dalam Alkitab.

            “Iman adalah dasar [zat, dalam teks bahasa Inggris] dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1).

            Di ayat ini kita melihat ada suatu hubungan antara iman dan pengharapan. Iman itu adanya sekarang, sedangkan harapan adalah sesuatu yang ada di masa mendatang. Iman merupakan sesuatu yang nyata – sedemikian nyatanya, sehingga disebut suatu zat. Zat itu ada di dalam hati kita. Atas dasar iman, kita dapat berharap ke depan dengan dasar yang kuat. Tetapi harapan yang tidak didasarkan atas iman yang sungguh, tidak lebih dari mimpi kosong belaka.

            “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya … dan diselamatkan.” (Roma 10:9–10)

            Dalam PB kata percaya adalah sebuah kata yang menandakan suatu gerakan. Ia bukan sesuatu yang statis atau hanya ada di dalam pikiran. Ia adalah sesuatu di hati kita yang membawa kita kepada sesuatu yang baru. Iman merupakan kata kerja yang menandakan suatu gerakan: dengan beriman kita percaya, sehingga kita dibenarkan dan diselamatkan. Bisa saja kita memiliki iman yang hanya intelektual (di dalam pikiran), tetapi karakter kita tidak pernah berubah. Boleh saja kita menerima baik semua ajaran Alkitab dengan akal budi kita, tetapi tetap saja tidak berubah. Tetapi apabila iman itu ada di dalam hati kita, maka ia akan membawa kepada keselamatan.

            Iman itu adanya saat ini, sekarang. Harapan adalah di masa mendatang. Iman yang Alkitabiah adalah di dalam hati; harapan adalah di dalam pikiran. Paulus bicara mengenai kedua hal itu dalam suatu gambaran yang cukup menarik:

            “Tetapi kita yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbaju zirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan” (1 Tesalonika 5:8).

            Di ayat itu disebutkan dua jenis perlengkapan perang. Iman adalah sebuah “baju zirah” (rompi) yang melindungi hati, sedangkan harapan adalah sebuah “ketopong” (topi helm) yang melindungi kepala. Iman itu adanya di dalam hati, harapan ada di dalam pikiran.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau setia – Engkau memberi harapan kepadaku. Ku-deklarasikan, sekarang aku akan mengenakan iman, baju zirah (rompi) yang melindungi hatiku, dan pengharapan, topi helm yang melindungi pikiranku. Aku akan berpegang teguh pada harapanku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Iman/Masa Kini – Pengharapan/Masa Mendatang has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-329-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan