Pentingnya Pengharapan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kebanyakan umat Kristen telah mendengar banyak khotbah mengenai iman dan cinta kasih. Tetapi pada umumnya mereka kurang mendengar mengenai “harapan.” Begitu juga keadaan saya sekian puluh tahun yang lalu, ketika saya sungguh-sungguh dalam keadaan terpojok dan membutuhkan pertolongan Tuhan. Saya sudah mendengar banyak khotbah mengenai iman dan juga khotbah mengenai cinta kasih. Tetapi yang saya perlukan dalam situasi hidupku pada waktu itu adalah Harapan, dan Roh Kudus akhirnya harus menunjukkan ayat-ayat Alkitabnya secara langsung kepada saya, karena saya memang belum pernah mendengar khotbah mengenai harapan. Di situlah Roh Kudus benar-benar memenuhi kebutuhanku.
Oleh karena pengalamanku itu, saya memang merasa sangat penting bahwa umat Tuhan mengerti betapa pentingnya harapan itu. Saya mau supaya saudara sungguh-sungguh mengerti apakah Harapan itu, betapa pentingnya dan bagaimana saudara dapat juga memilikinya.
Pengharapan itu diperlukan untuk dapat tetap bertahan dalam iman dan cinta kasih. Apabila kita tidak memiliki pengharapan, iman kita akan mengalami “kebocoran” dan cinta kasih kita pun akan pudar. Harapan bukanlah sesuatu yang terserah kepada kita apakah mau memilikinya atau tidak. Harapan itu mutlak diperlukan untuk mencapai kehidupan Kristiani yang seutuhnya.
Orang sering berkata, “Di mana masih ada kehidupan, di situ ada pengharapan.” Saya kira, ada benarnya juga pernyataan itu. Tetapi hal yang sebaliknya juga benar: Di mana masih ada harapan, di situlah ada kehidupan – dan apabila tidak ada pengharapan, tidak ada kehidupan juga.
Menurut hemat saya, keadaan putus asa (harapan) adalah salah satu hal paling menyedihkan yang dapat dialami oleh manusia. Saya tak bisa membayangkan hal yang lebih menyedihkan daripada keadaan orang yang putus asa. Ya, tidak terhitung banyaknya orang-orang yang hidup di dunia ini dalam keadaan benar-benar tidak mempunyai harapan.
Apabila saya duduk menunggu di sebuah bandara, atau sedang berjalan-jalan atau makan-makan di sebuah restoran, dan saya melihat wajah orang-orang lain, saya memperhatikan tampaknya banyak di antaranya memiliki tatapan mata yang kosong menandakan keputusa-asaan mereka. Tetapi pujilah Tuhan, kita tidak perlu untuk berputus asa.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau setia – Engkau memberi harapan kepadaku. Ku-deklarasikan, di mana ada pengharapan, di situ ada kehidupan. Aku akan berpegang teguh pada harapanku. Amin.
Kode: WD-B097-323-IND