Darah Kehidupan Yesus

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Pada waktu imam masuk ke dalam Ruang Mahakudus dengan dupa dan darah itu, ia harus memercikkan darah kurban di atas tutup pendamaian hingga tujuh kali. Ini merupakan suatu simbol mengenai pendamaian (rekonsiliasi), kemudian tujuh kali darah itu harus dipercikkan juga di bagian depan tutup pendamaian. Ketetapan Tuhan sangat spesifik, bukan hanya enam kali atau delapan kali, melainkan tujuh kali.
Kemudian di kitab Yesaya kita menemukan suatu gambaran profetik mengenai penderitaan yang akan dialami Yesus, dan ini merupakan gambaran yang paling jelas dalam PL bagaimana Yesus harus menderita demi dosa-dosa kita.
“Sebab itu Aku [TUHAN] akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut.” (Yesaya 53:12)
Penting sekali untuk dimengerti bahwa istilah dalam Yesaya 53:12 yang diterjemahkan sebagai “nyawa” (artinya, jiwa) itu adalah istilah sama yang terdapat di Imamat 17:11, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai “kehidupan.”
“Nyawa [kehidupan] [semua] makhluk [manusia] ada di dalam darahnya.” (Imamat 17:11)
Ketika Yesus melakukan pendamaian bagi penebusan dosa-dosa kita, Ia mencurahkan darah-Nya, yaitu nyawa-Nya. Darah Yesus merupakan darah paling mahal yang pernah ada di jagat raya ini, karena darah tersebut adalah kehidupan Allah Pencipta sendiri.
Di dalam satu tetes darah Yesus terdapat kedahsyatan kuasa yang lebih besar daripada segala kekuasaan yang ada dalam kerajaan Setan. Darah kehidupan Yesus sesungguhnya adalah kehidupan Allah Pencipta itu sendiri, suatu kehidupan yang jauh lebih besar daripada segenap alam semesta dan semua makhluk yang pernah diciptakan-Nya. Kehidupan itu hanya bisa mengalir melalui darah Yesus.
Ketika Yesus mencurahkan darah-Nya Ia menjadi Pemberi kehidupan. Kita tidak dapat lari menghindari darah Yesus. Untuk penebusan dosa tidak ada proses pendamaian yang lain, dan juga tidak ada sumber kehidupan yang lain. Sesungguhnya, saudara dan saudariku, sebagai umat Kristen kita kurang sekali merenungkan makna darah Yesus itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, kehidupan hanya bisa dialirkan karena darah Yesus, yaitu sumber kehidupan yang satu-satunya. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.
Kode: WD-B097-322-IND