Nyawa dalam Darahnya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Dalam PL kitab Imamat menjelaskan ketetapan-ketetapan mengenai imamat Harun yang diberikan kepada bangsa Israel. Tuhan bersabda:
“Karena nyawa [kehidupan] makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa [kehidupan]” (Imamat 17:11).
Kalimat itu sungguh luar biasa, karena menubuatkan sesuatu yang akan terjadi dengan Yesus empat belas abad kemudian. Dalam bahasa Ibrani kata nyawa (artinya, kehidupan) adalah kata yang dipakai untuk jiwa (nephesh). Yang dimaksudkan bukan hanya denyut kehidupan yang terdapat dalam darah, tetapi jiwa manusia sendiri. Kita semua tahu bahwa kehidupan tidak ada lagi setelah darah seseorang berhenti mengalir. Dalam artian tertentu, kehidupan bergantung kepada darahnya.
Dalam pasal sebelumnya dari kitab Imamat kita membaca ketetapan-ketetapan Tuhan mengenai Hari Pendamaian. Di situ Musa memberitahu abangnya, Harun, yang menjadi imam besar, bahwa ia dapat masuk sekali dalam setahun ke dalam Ruang Mahakudus dan langsung mengalami hadirat Allah. Ia harus masuk dengan memegang di satu tangannya pedupaan yang penuh dengan bara api yang menyala dan dibubuhi kemenyan untuk menghasilkan asap yang harum. Di tangan yang satunya lagi ia harus memegang darah kurban dosa yang telah disembelih di depan kemah tabernakel. Jika imam besar tidak memegang pedupaan yang menyebarkan bau harum serta darah hewan yang sudah disembelih di kedua tangannya, ia akan langsung mati di tempat. Tidak mungkin untuk memasuki hadirat Allah tanpa membawa kedua hal tersebut.
Pedupaan yang menyebarkan bau kemenyan yang harum itu merupakan lambang yang indah mengenai penyembahan. Takkan mungkin untuk memasuki hadirat Allah secara langsung tanpa melakukan ibadah penyembahan. Tetapi kita juga tidak bisa masuk tanpa membawa darah, yang berbicara mengenai “pendamaian” atas dosa-dosa kita. Simbol-simbol dalam Perjanjian Lama itu merupakan gambaran ke depan (gambaran nubuat) yang selanjutnya akan tergenap di dalam Perjanjian Baru.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, ku menghadap hadirat Allah secara langsung dengan ibadah penyembahanku dan dengan darah pendamaian. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.
Kode: WD-B097-321-IND