Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Nyawa dalam Darahnya

            Nyawa dalam Darahnya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Hukum Allah dalam Perjanjian Lama menetapkan bahwa hidup makhluk ada di dalam darah, sehingga darah menjadi satu-satunya jalan untuk pendamaian. Prinsip yang kudus ini menuntut agar imam besar masuk ke hadirat Tuhan dengan membawa penyembahan dan korban, sebuah gambaran yang kuat yang menunjuk kepada Salib.

            Dalam PL kitab Imamat menjelaskan ketetapan-ketetapan mengenai imamat Harun yang diberikan kepada bangsa Israel. Tuhan bersabda:

            “Karena nyawa [kehidupan] makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa [kehidupan]” (Imamat 17:11).

            Kalimat itu sungguh luar biasa, karena menubuatkan sesuatu yang akan terjadi dengan Yesus empat belas abad kemudian. Dalam bahasa Ibrani kata nyawa (artinya, kehidupan) adalah kata yang dipakai untuk jiwa (nephesh). Yang dimaksudkan bukan hanya denyut kehidupan yang terdapat dalam darah, tetapi jiwa manusia sendiri. Kita semua tahu bahwa kehidupan tidak ada lagi setelah darah seseorang berhenti mengalir. Dalam artian tertentu, kehidupan bergantung kepada darahnya.

            Dalam pasal sebelumnya dari kitab Imamat kita membaca ketetapan-ketetapan Tuhan mengenai Hari Pendamaian. Di situ Musa memberitahu abangnya, Harun, yang menjadi imam besar, bahwa ia dapat masuk sekali dalam setahun ke dalam Ruang Mahakudus dan langsung mengalami hadirat Allah. Ia harus masuk dengan memegang di satu tangannya pedupaan yang penuh dengan bara api yang menyala dan dibubuhi kemenyan untuk menghasilkan asap yang harum. Di tangan yang satunya lagi ia harus memegang darah kurban dosa yang telah disembelih di depan kemah tabernakel. Jika imam besar tidak memegang pedupaan yang menyebarkan bau harum serta darah hewan yang sudah disembelih di kedua tangannya, ia akan langsung mati di tempat. Tidak mungkin untuk memasuki hadirat Allah tanpa membawa kedua hal tersebut.

            Pedupaan yang menyebarkan bau kemenyan yang harum itu merupakan lambang yang indah mengenai penyembahan. Takkan mungkin untuk memasuki hadirat Allah secara langsung tanpa melakukan ibadah penyembahan. Tetapi kita juga tidak bisa masuk tanpa membawa darah, yang berbicara mengenai “pendamaian” atas dosa-dosa kita. Simbol-simbol dalam Perjanjian Lama itu merupakan gambaran ke depan (gambaran nubuat) yang selanjutnya akan tergenap di dalam Perjanjian Baru.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, ku menghadap hadirat Allah secara langsung dengan ibadah penyembahanku dan dengan darah pendamaian. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Nyawa dalam Darahnya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-321-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan