Dengan Jalan yang Baru dan Hidup

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Tuhan telah merancang supaya hanya ada satu saja perabotan di Ruang Mahakudus, yaitu peti perjanjian. Peti ini terbuat dari kayu akasia dan dilapisi emas. Tutup peti itu disebut “tutup pendamaian” (mercy seat) atau tempat di mana terjadi pendamaian (rekonsiliasi). Di dalam peti itu terdapat dua loh batu yang berisi Sepuluh Perintah. Namun di atas Sepuluh Perintah itu adalah tutup pendamaian (tempat pengampunan). Hal itu menandakan ke depan bagaimana Kristus mengampuni dosa-dosa umat serta peraturan undang-undang yang telah dilanggar, karena upaya pendamaian-Nya.
Di masing-masing ujung dari tutup peti itu terdapat pigura makhluk kerubion. Kedua kerubion itu saling berhadapan dengan mukanya ke arah tengah tutup peti, dan kedua kerubion itu menutupi peti itu dengan sayapnya yang berkembang. Sayap kedua kerubion itu saling bersentuhan di bagian atas tutup peti.
Tutup peti atau “takhta kemurahan” itu sesungguhnya merupakan takhta Tuhan. Tuhan bersemayam di atas suatu takhta kemurahan yang menutupi hukum-hukum yang telah dilanggar oleh manusia. Kedua kerubion itu yang mukanya saling berhadapan ke dalam dan yang sayapnya saling bersinggungan, menggambarkan rujukan atau persekutuan yang telah terjadi. Jadi tutup peti itu merupakan tempat berseminya pengampunan/ belas kasihan serta persekutuan satu sama lain. Tempat itu juga menjadi sebuah takhta, yaitu singgasana yang diduduki oleh Allah sebagai Sang Raja.
Pada perabotan yang satu ini tidak ada patung yang menggambarkan Tuhan sendiri, karena hal itu jelas dilarang oleh hukum Israel. Tetapi bagaimana pun, Tuhan tetap datang dan bersemayam di atas “takhta” itu. Yang dimaksudkan adalah kemuliaan shekinah, yaitu hadirat Allah yang Mahakuasa yang tidak kasat mata namun dapat dirasakan. Ruang Mahakudus keadaannya gelap gulita dan tanpa cahaya penerangan alami ataupun cahaya bikinan manusia. Tetapi ketika hadirat shekinah masuk, sesungguhnya Tuhan sendirilah yang bersemayam di atas singgasana.
Dalam
“Ibrani 10”kita diundang untuk memasuki Ruang Mahakudus untuk
“menghampiri Allah” (ayat 22). Kita diundang untuk turut bertempat duduk di atas takhta bersama Kristus. Kita disuruh datang melalui
“jalan yang baru dan yang hidup” (ayat 20). Jalan yang baru dan yang hidup itu adalah Yesus.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, aku datang ke Ruang yang Mahakudus melalui Yesus, yaitu “jalan yang baru dan yang hidup.” Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.
Kode: WD-B097-317-IND