Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Duduk Bersama Kristus di Atas Takhta

            Duduk Bersama Kristus di Atas Takhta

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Ada perbedaan yang sangat mendalam antara datang kepada Allah untuk meminta pertolongan dan mendekat untuk mengambil tempatmu bersama-Nya. Engkau menerima undangan untuk melampaui tabir dan masuk ke Tempat Maha Kudus.

            Pengakuan atau pernyataan yang satu ini dapat dibandingkan dengan ajakan “Marilah kita” yang lain yang terdapat di kitab Ibrani:

            “Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” (Ibrani 4:16).

            Pengakuan ini pada hakikatnya mengatakan: “Marilah kita mendekati Tuhan.” Ajakan yang satu ini perlu dimengerti sesuai dengan konteksnya. Kalimat ini terhubung langsung dengan ayat yang terdapat di Ibrani pasal 10:

            “Kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus …, marilah kita menghadap Allah” (Ibrani 10:19, 22)

            Menurut hemat saya, ayat ini jelas menunjukkan bahwa “menghadap Tuhan” itu sama saja dengan “masuk ke tempat yang Maha Kudus.”

            Mari kita membandingkan kedua pernyataan di atas. “Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta” artinya, kita harus datang untuk meminta pertolongan yang dibutuhkan, yaitu pengampunan dan kasih karunia. Tetapi menurut hemat saya, kita melangkah lebih jauh dengan kalimat “Marilah kita menghadap Allah.” Kata-kata itu menyiratkan bahwa kita mendekati takhta bukan hanya untuk meminta pertolongan, tetapi juga bahwa kita diundang untuk duduk di atas takhta tersebut bersama Kristus. Itulah yang dimaksudkan dengan memasuki Ruang Mahakudus.

            Sayang di sini tidak cukup spasi untuk suatu eksposisi yang lengkap dan terperinci mengenai kemah tabernakel, namun yang jelas ada tiga area utama di tempat suci tersebut. Yang pertama adalah area Pelataran bagian luar. Kemudian, setelah melewati tirai yang pertama dari kemah itu kita mendapati Ruang Kudus. Dan terakhir, sesudah melewati tirai yang kedua adalah Ruang Mahakudus. Tulisan dalam surat Ibrani itu didasarkan atas denah yang ada di kemah tabernakel itu.

            Tujuan kita yang terakhir adalah Ruang Mahakudus, setelah melewati tirai yang kedua.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, aku duduk di atas takhta bersama Kristus. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Duduk Bersama Kristus di Atas Takhta has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-316-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan