Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Sasaran Tujuan Kita yang Rohani

            Sasaran Tujuan Kita yang Rohani

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Perintah Allah untuk mengejar kesempurnaan sering disalahpahami, sehingga banyak orang menjauh dari apa yang tampak sebagai standar yang mustahil dicapai. Pesan ini mendefinisikan ulang kesempurnaan sebagai kedewasaan rohani menurut Alkitab, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana berpegang pada standar Allah sambil tetap hidup dalam realitas Anda yang sesungguhnya.
            “Sebab itu, marilah kita maju ke pelajaran-pelajaran yang lebih lanjut tentang kedewasaan kehidupan Kristen [KJV: ‘marilah kita maju terus menuju kesempurnaan’], dan jangan hanya memperhatikan asas-asas pertama ajaran agama kita. Jangan kita mengulangi lagi pelajaran dasar bahwa orang harus berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna dan harus percaya kepada Allah, atau pelajaran dasar mengenai pembaptisan atau mengenai meletakkan tangan atas orang, atau mengenai hidup kembali sesudah mati atau hukuman yang kekal.”

            (Ibrani 6:1–2, BIMK)

            Kita ingin maju terus menuju kesempurnaan. Namun seperti sudah saya katakan sebelumnya, kata “kesempurnaan” itu kedengarannya kurang menarik bagi sebagian besar orang Kristen. Itu adalah karena mereka telah diajari doktrin mengenai kesempurnaan yang artinya “sama sekali tidak berdosa.” Pada umumnya, justru orang-orang yang dikatakan telah mencapai kesempurnaan terbukti jauh dari sempurna, baik dari kata-kata, perilaku maupun cara hidupnya. Sikap yang munafik itu telah membuat banyak orang tidak tertarik lagi untuk mengejar kesempurnaan.

            Saya ingin mengingatkan saudara kembali bahwa kata “kesempurnaan” tadi sesungguhnya dapat diterjemahkan dengan tiga cara lain yang jauh lebih masuk akal: “kedewasaan,” “kepenuhan”, dan “kelengkapan.” Kata Yunani yang diterjemahkan “kesempurnaan” itu berasal dari kata benda yang berarti “akhir.” Oleh karena itu, kata tersebut sebenarnya mengisyaratkan sebuah sasaran yang hendak dicapai. Saya rasa semua kita setuju bahwa ada baiknya untuk mempunyai sasaran tujuan rohani. Setelah mulai berada di jalan kebenaran karena iman, kita mempunyai pilihan: apakah akan melanjutkan perjalanan atau berbalik kembali. Pasti Tuhan tidak suka akan orang yang berbalik kembali. Sebab itu kita ingin bergerak maju sampai jiwa kita diselamatkan dengan seutuhnya.

            (Lihat

            “Ibrani 10:38-39.”
            )

            Yang kita lihat, ada dua perkara, yaitu keadaan yang aktual (yang sesungguhnya dihadapi), dan keadaan yang ideal. Apabila orang sudah matang dan dewasa, ia dapat melihat yang ideal, namun hidup dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang aktual. Jika kita menerima yang aktual dan menolak yang ideal, itu jelas salah. Tetapi hanya mau menerima yang ideal saja dan menolak yang aktual adalah suatu sikap yang kurang dewasa. Janganlah kita mengkritik yang aktual, mentang-mentang kita sudah mengerti bagaimana idealnya. Jangan pula menolak yang ideal, karena yang saudara lihat sehari-hari adalah yang aktual. Kedewasaan berarti belajar untuk hidup bersama keadaan yang aktual, tetapi tetap berharap kepada yang ideal.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, aku termasuk orang-orang yang maju terus menuju keselamatan jiwa yang seutuhnya – yaitu untuk mencapai kedewasaan, kepenuhan, dan kesempurnaan. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Sasaran Tujuan Kita yang Rohani has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-315-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan