Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Melakukan Kehendak Bapa

            Melakukan Kehendak Bapa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Allah telah menetapkan sebelumnya agar setiap orang percaya menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, sehingga Yesus menjadi teladan yang sempurna bagi kedewasaan rohani kita. Jalan ketaatan yang sama, yang membuat Dia mampu mengalahkan segala pencobaan, adalah juga jalan bagi kita untuk mendekat kepada Bapa.

            Dalam Efesus 1:5 Paulus berkata mengenai seluruh umat yang percaya, bahwa Tuhan

            “telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya.”

            Selanjutnya dalam Roma 8:29 Ia menjelaskan apa rencana Tuhan bagi anak-anak-Nya::

            “Sebab semua orang yang dipilih-Nya [Allah] dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

            Jadi, sesungguhnya Yesus-lah Anak Allah yang menjadi contoh, dan semua kita harus menjadi serupa dengan Dia untuk mencapai kedewasaan. Dialah yang menjadi “jalan yang hidup dan yang baru” yang harus ditempuh untuk mencapai kesempurnaan, untuk kemudian masuk ke Ruang Mahakudus dan menghampiri Tuhan.

            (Lihat Ibrani 6:1; 10:19–22.)

            Jalan yang ditempuh Yesus untuk mencapai kesempurnaan itulah juga jalan yang harus ditempuh oleh kita semua.

            Jalan menuju kematangan tidak lebih mudah bagi Yesus, seperti itu juga tidak mudah bagi kita. Sesungguhnya Yesus itu

            “sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15).

            Ketika menjadi manusia Yesus mengalami segala macam cobaan, seperti yang kita alami. Namun Ia tak pernah berdosa. Adapun mengalami pencobaan dan godaan, itu sendiri bukanlah suatu dosa! Dosa barulah terjadi kalau kita mengalah kepada godaan.

            Apakah sebenarnya yang memungkinkan Yesus untuk mengatasi segala godaan itu, sekalipun Ia juga menjadi manusia seperti kita? Ia berhasil karena motivasinya hanya satu dan tidak pernah berubah: melakukan kehendak Bapa. Hal ini telah digambarkan secara nubuat oleh Raja Daud dalam gubahannya di Mazmur 40:8-9:

            “Lalu aku berkata: ‘Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku’.”

            Selama melayani di bumi, Yesus berulang kali mengungkapkan motivasi dasar dari segala sesuatu yang dilakukan-Nya. Ia tidak puas sebelum benar-benar menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya. Ketika berada di dekat sumur warisan Yakub, nenek moyang orang Yahudi, Ia berkata kepada para pengikut-Nya:

            “Makanan-Ku [yang memelihara dan menambah kekuatan-Ku] ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34).

            (Lihat juga Yohanes 5:30; 6:38.)

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, aku mengikuti contoh Yesus dengan makin menuju kedewasaan, melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Melakukan Kehendak Bapa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-313-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan