Melakukan Kehendak Bapa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Dalam Efesus 1:5 Paulus berkata mengenai seluruh umat yang percaya, bahwa Tuhan
“telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya.”
Selanjutnya dalam Roma 8:29 Ia menjelaskan apa rencana Tuhan bagi anak-anak-Nya::
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya [Allah] dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Jadi, sesungguhnya Yesus-lah Anak Allah yang menjadi contoh, dan semua kita harus menjadi serupa dengan Dia untuk mencapai kedewasaan. Dialah yang menjadi “jalan yang hidup dan yang baru” yang harus ditempuh untuk mencapai kesempurnaan, untuk kemudian masuk ke Ruang Mahakudus dan menghampiri Tuhan.
(Lihat Ibrani 6:1; 10:19–22.)
Jalan yang ditempuh Yesus untuk mencapai kesempurnaan itulah juga jalan yang harus ditempuh oleh kita semua.
Jalan menuju kematangan tidak lebih mudah bagi Yesus, seperti itu juga tidak mudah bagi kita. Sesungguhnya Yesus itu
“sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15).
Ketika menjadi manusia Yesus mengalami segala macam cobaan, seperti yang kita alami. Namun Ia tak pernah berdosa. Adapun mengalami pencobaan dan godaan, itu sendiri bukanlah suatu dosa! Dosa barulah terjadi kalau kita mengalah kepada godaan.
Apakah sebenarnya yang memungkinkan Yesus untuk mengatasi segala godaan itu, sekalipun Ia juga menjadi manusia seperti kita? Ia berhasil karena motivasinya hanya satu dan tidak pernah berubah: melakukan kehendak Bapa. Hal ini telah digambarkan secara nubuat oleh Raja Daud dalam gubahannya di Mazmur 40:8-9:
“Lalu aku berkata: ‘Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku’.”
Selama melayani di bumi, Yesus berulang kali mengungkapkan motivasi dasar dari segala sesuatu yang dilakukan-Nya. Ia tidak puas sebelum benar-benar menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya. Ketika berada di dekat sumur warisan Yakub, nenek moyang orang Yahudi, Ia berkata kepada para pengikut-Nya:
“Makanan-Ku [yang memelihara dan menambah kekuatan-Ku] ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34).
(Lihat juga Yohanes 5:30; 6:38.)
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, aku mengikuti contoh Yesus dengan makin menuju kedewasaan, melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.
Kode: WD-B097-313-IND