Proses Pembangunan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Tuhan telah mengatur suatu cara tertentu untuk membawa umat-Nya kepada kedewasaan atau kematangan rohani, dan hal itu dicatat Rasul Paulus di Efesus 4:11:
“Dan Ialah [yaitu Kristus yang dibangkitkan dari kematian] yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar”
Ada lima jawatan pelayanan yang disebutkan dalam ayat ini: Para rasul, para nabi, para penginjil, para gembala sidang, dan para guru atau pengajar. Apa tujuan semuanya itu, disebutkan di ayat-ayat berikut ini:
“Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
(ayat 12–13)
Ayat-ayat di atas menjelaskan dua tujuan yang hendak dicapai melalui berbagai jawatan pelayanan tersebut. Yang pertama adalah untuk mempersiapkan umat supaya dapat melakukan berbagai “pekerjaan pelayanan.” Tidak mungkin kita bisa melakukan pekerjaan yang diminta dari umat Tuhan, kecuali kita diberi pelatihan atau dipersiapkan. Kelima jawatan pelayanan itu diselenggarakan untuk memberi pelatihan kepada kita.
Tujuan yang kedua adalah “pembangunan tubuh Kristus.” Kelima jawatan pelayanan tadi ditanamkan di dalam tubuh Kristus untuk membawa seluruh umat kepada “kesatuan iman” dan “kedewasaan.” Sebagai kepala gereja-Nya, Yesus Kristus telah menyelenggarakan pelayanan-pelayanan tersebut, dan saya percaya umat Tuhan takkan pernah mencapai kedewasaan atau kematangan rohani tanpa bantuan mereka.
Selanjutnya Paulus menulis:
“Daripada-Nya [Kristus]-lah seluruh tubuh,-- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih”
(ayat 16).
Tujuan akhir yang hendak dicapai bukanlah sekian banyak umat Kristen yang hidup terlepas dan terpisah satu sama lainnya, dan yang masing-masing mengerjakan urusannya sendiri. Bukan, tujuan akhir adalah terbentuknya suatu “tubuh” korporat yang akan semakin bertumbuh dan anggota-anggotanya saling dipersatukan melalui “otot-otot” yang mengikat satu sama lain. Sangat penting bahwa setiap bagian dari “tubuh” yang satu ini melakukan bagian tugasnya masing-masing.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, tujuan Tuhan adalah untuk mempersiapkan umat-Nya bagi pekerjaan-pekerjaan pelayanan di mana setiap bagian tubuh melakukan tugasnya masing-masing. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.
Kode: WD-B097-311-IND