Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Jalan yang Tidak Pernah Berhenti

            Jalan yang Tidak Pernah Berhenti

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Pernahkah Anda merasa seolah-olah Anda telah “mencapai” puncak iman Anda, namun kemudian menyadari bahwa masih begitu banyak hal yang Tuhan sediakan bagi Anda? Jalan kebenaran memang dirancang untuk terus bergerak maju, seperti cahaya yang semakin terang ketika kita melangkah menuju kedewasaan penuh di dalam Tuhan.

            Sejauh ini kita telah membahas empat ajakan “Marilah kita” yang terdapat dalam kitab Ibrani. Sekarang kita beralih ke ajakan yang kelima, yaitu pernyataan yang mungkin merupakan suatu kebulatan tekad yang baru bagi kita.

            Ibrani 6:1 berbunyi:

            “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh”.

            Entah mengapa, tampaknya banyak orang Kristen berpikir bahwa pada suatu saat dalam kehidupan Kristianinya mereka akan bisa berkata: “Aku sudah mencapainya.” Mereka merasa sudah mapan sehingga berpikir mereka bisa santai-santai saja mulai sekarang. Tetapi sesungguhnya itu kesalahan besar. Dalam kehidupan rohani yang mencapai kedewasaan tidak mungkin untuk berhenti, lalu tidak bergerak maju lagi.

            Dikatakan di Amsal 4:18:

            “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari”.

            Ungkapan “jalan orang benar” itu tidak mengacu kepada orang atau kelompok orang percaya tertentu. Yang dimaksudkan adalah setiap orang yang benar/ saleh, tanpa terkecuali.

            Jadi, “kebenaran” atau “kesalehan” itu sesungguhnya merupakan sebuah “jalan”. Jalan tidak dibuat untuk orang berdiri di atasnya tanpa bergerak maju. Apalagi untuk duduk diam di situ. “Jalan kebenaran” mengisyaratkan suatu perjalanan, di mana harus ada kemajuan dan perkembangan.

            Saat kita mulai mengenal Tuhan dalam kemuliaan-Nya sebagai Juruselamat dan Tuhan yang berdaulat, maka jalan itu seperti cahaya sinar pagi yang mulai menyinari kita. Keadaannya seperti ketika matahari terbit sehabis melewati malam hari yang gelap, atau seperti fajar yang menyingsing di dalam hati. Tetapi fajar itu bukanlah tujuan akhir yang hendak dicapai oleh Tuhan. Itu baru suatu permulaan.

            Apabila kita berjalan terus di jalan kebenaran, cahaya yang menerangi kita semestinya semakin lama semakin terang. Dengan setiap langkah, setiap hari cahaya itu harus menjadi lebih terang daripada sebelumnya. “Sampai rembang tengah hari”, itulah tujuan yang hendak dicapai, yaitu terangnya siang pada tengah hari.

            Tuhan tidak puas kalau kita berhenti sebelum benar-benar mencapai tingkatan sinar surya pada tengah hari. Fajar yang menyingsing hanyalah permulaan, jalan yang ditempuh itu mestinya membawa kemajuan, dan sinar cahayanya semakin lama semakin terang. Tetapi kita tidak boleh berhenti sampai mencapai “rembang tengah hari”, yaitu puncak hari itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau terus memimpin aku untuk maju. Ku-deklarasikan, aku harus menempuh jalan menuju kesalehan, dan Tuhan mengharapkan adanya gerakan, kemajuan dan perkembangan pada diriku sendiri. Aku akan maju terus menuju kedewasaan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Jalan yang Tidak Pernah Berhenti has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-309-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan