Oleh Kemurahan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Perlu sekali untuk diingat bahwa keyakinan kita untuk menghampiri takhta Tuhan itu sama sekali tidak didasarkan atas kesalehan atau kesetiaan kita sendiri. Dasar yang tepat adalah kebenaran/ kesalehan Tuhan serta kesetiaan-Nya.
Surat Yohanes yang pertama mengemukakan hal ini:
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya” (1 Yohanes 3:21–22).
Sesungguhnya, kita sendiri tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan. Sebab itu apabila kita merasa memiliki kebenaran/ kesalehan tertentu atau suatu kebanggaan tertentu, kita takkan bisa mendekati Tuhan dengan penuh keyakinan. Kita tidak mempunyai kebenaran/ kesalehan apapun dari diri kita sendiri. Keyakinan kita tidak bisa didasarkan atas keberadaan kita sendiri.
Kita juga harus meningkat ke suatu posisi, di mana hati kita tidak dibiarkan mempersalahkan diri sendiri. Karena kita tidak lagi mengandalkan kebenaran atau hikmat kita sendiri, melainkan hanya mengandalkan sifat Allah yang begitu setia. Di situlah keyakinan kita akan muncul.
Paulus berkata:
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Roma 8:1).
Di bagian selanjutnya dalam pasal itu Paulus menggambarkan dengan begitu indahnya kehidupan yang dipenuhi dan dikendalikan oleh Roh Kudus. Di situ ia menjelaskan segala berkat, hak kehormatan dan manfaat dari kehidupan yang demikian. Tetapi untuk masuk dalam pola kehidupan yang demikian, kita harus membaca ayat yang pertama di atas ketika membaca bagian pembukaan pasal itu. Kita harus membuang jauh-jauh segala perasaan yang bersalah atau tertuduh.
Salah satu persyaratan untuk mendekati Tuhan dengan benar adalah kita harus datang dalam (atas) nama Yesus. Apabila kita datang atas nama Yesus, pasti doa-doa kita akan didengar karena Dia. Dengan demikian perhatian dialihkan dari kehidupan dan perilaku kita sendiri. Apabila datang dalam nama Yesus kita percaya bahwa dosa-dosa kita telah diampuni dan bahwa kita diterima baik oleh Tuhan sebagai anak-anak-Nya. Hal itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Memang demikianlah caranya Ia menginginkan kita datang menghadap Dia.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh datang menghadap-Mu dengan penuh keberanian. Aku menghadap takhta Allah dalam nama Yesus, karena percaya bahwa dosa-dosaku telah diampuni dan bahwa aku diterima baik oleh Tuhan sebagai anak-Nya. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.
Kode: WD-B097-308-IND