Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Sesuai Kemurahan-Nya

            Sesuai Kemurahan-Nya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Bahkan di hadapan dosa-dosa kita yang terbesar, kita dapat memohon pengampunan kepada Allah karena kesetiaan-Nya terhadap perjanjian-Nya. Ia dengan cuma-cuma memberikan belas kasihan atas setiap kegagalan di masa lalu dan menyediakan anugerah yang tidak layak kita terima, yang kita perlukan untuk hidup bagi-Nya hari ini.

            Mazmur pasal 51 merupakan sebuah doa yang dipanjatkan Raja Daud ketika sedang mengalami stres berat, ketika keselamatan jiwanya sendiri sedang dipertaruhkan. Doa itu merupakan doa pertobatan setelah dosa-dosanya terbongkar – perselingkuhan dengan Batsyeba dan upaya untuk mengatur pembunuhan suaminya, Uriah.

            Daud pun menulis:

            “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rakhmat-Mu yang besar!” (Mazmur 51:3).

            “Menurut rakhmat-Mu yang besar” merupakan cara lain untuk berkata “Berdasarkan kesetiaan-Mu dalam memegang janji.” Pada hakikatnya Daud berkata: “Engkau telah berjanji untuk mengampuniku jikalau aku memenuhi syarat-syarat yang Kautentukan. Dan hamba mengajukan permohonan kepada-Mu atas dasar itu.” Betapa pentingnya untuk menghampiri Tuhan dengan cara yang demikian.

            Di Mazmur 106:1 tertulis sebagai berikut:

            “Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya [kesetiaan Tuhan terhadap ikatan janji-Nya bersifat kekal].” (Mazmur 106:1)

            Belas kasihan atau pengampunan merupakan salah satu aspek dari sifat Allah yang abadi. Ibrani 4:16 berkata:

            “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rakhmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

            Yang pertama, kita memang memerlukan pengampunan, tetapi selain itu kita juga memerlukan kasih karunia (rakhmat). Apa kata Alkitab mengenai kasih karunia itu? Kasih karunia tidak bisa dibeli atau dibayar dengan sesuatu. Jikalau bisa dibayar, sesungguhnya itu bukan lagi kasih karunia. Orang-orang yang bersifat agamawi (religius) sering merasa mereka bisa memperoleh segala-galanya dengan membayar sesuatu (melalui upaya tertentu). Oleh karena itu, umumnya mereka menolak untuk begitu saja menerima kasih karunia Tuhan. Paulus menulis:

            “Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia” (Roma 11:6).

            Ada dua hal yang disebutkan di Ibrani 4:16 yang tidak bisa diperoleh dengan membayarkan sesuatu. Yang satu adalah pengampunan, dan yang kedua adalah kasih karunia (rakhmat Allah). Untuk masa silam yang sudah berlalu kita memerlukan pengampunan. Dan untuk masa depan kita memerlukan kasih karunia. Hanya oleh karena kasih karunia Tuhan saja kita bisa menjadi orang-orang seperti yang Ia inginkan, dan hidup sebagaimana orang-orang yang demikian.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh datang menghadap-Mu dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, aku datang berdasarkan kemurahan Tuhan untuk menerima pengampunan atas masa silam-ku dan kasih karunia untuk masa depanku. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Sesuai Kemurahan-Nya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-307-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan