Sesuai Kemurahan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Mazmur pasal 51 merupakan sebuah doa yang dipanjatkan Raja Daud ketika sedang mengalami stres berat, ketika keselamatan jiwanya sendiri sedang dipertaruhkan. Doa itu merupakan doa pertobatan setelah dosa-dosanya terbongkar – perselingkuhan dengan Batsyeba dan upaya untuk mengatur pembunuhan suaminya, Uriah.
Daud pun menulis:
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rakhmat-Mu yang besar!” (Mazmur 51:3).
“Menurut rakhmat-Mu yang besar” merupakan cara lain untuk berkata “Berdasarkan kesetiaan-Mu dalam memegang janji.” Pada hakikatnya Daud berkata: “Engkau telah berjanji untuk mengampuniku jikalau aku memenuhi syarat-syarat yang Kautentukan. Dan hamba mengajukan permohonan kepada-Mu atas dasar itu.” Betapa pentingnya untuk menghampiri Tuhan dengan cara yang demikian.
Di Mazmur 106:1 tertulis sebagai berikut:
“Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya [kesetiaan Tuhan terhadap ikatan janji-Nya bersifat kekal].” (Mazmur 106:1)
Belas kasihan atau pengampunan merupakan salah satu aspek dari sifat Allah yang abadi. Ibrani 4:16 berkata:
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rakhmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)
Yang pertama, kita memang memerlukan pengampunan, tetapi selain itu kita juga memerlukan kasih karunia (rakhmat). Apa kata Alkitab mengenai kasih karunia itu? Kasih karunia tidak bisa dibeli atau dibayar dengan sesuatu. Jikalau bisa dibayar, sesungguhnya itu bukan lagi kasih karunia. Orang-orang yang bersifat agamawi (religius) sering merasa mereka bisa memperoleh segala-galanya dengan membayar sesuatu (melalui upaya tertentu). Oleh karena itu, umumnya mereka menolak untuk begitu saja menerima kasih karunia Tuhan. Paulus menulis:
“Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia” (Roma 11:6).
Ada dua hal yang disebutkan di Ibrani 4:16 yang tidak bisa diperoleh dengan membayarkan sesuatu. Yang satu adalah pengampunan, dan yang kedua adalah kasih karunia (rakhmat Allah). Untuk masa silam yang sudah berlalu kita memerlukan pengampunan. Dan untuk masa depan kita memerlukan kasih karunia. Hanya oleh karena kasih karunia Tuhan saja kita bisa menjadi orang-orang seperti yang Ia inginkan, dan hidup sebagaimana orang-orang yang demikian.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh datang menghadap-Mu dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, aku datang berdasarkan kemurahan Tuhan untuk menerima pengampunan atas masa silam-ku dan kasih karunia untuk masa depanku. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.
Kode: WD-B097-307-IND