Datang dengan Penuh Keberanian

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kita mendekati takhta Tuhan dengan penuh keberanian, karena takhta itu penuh kasih karunia (rakhmat). Kita menghadap bukan karena cukup banyak amal perbuatannya. Tetapi kita datang atas nama Yesus, dengan penuh syukur dan puji-pujian, dan tanpa sedikit pun rasa tertuduh. Kita berani datang karena Tuhan sendiri yang mengundang kita.
Penulis surat Ibrani itu menulis:
“Oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus” (Ibrani 10:19).
Ketika kita berdoa kepada-Nya, jangan sekali-kali menghampiri Tuhan dengan rasa tertuduh. Rasa bersalah/ tertuduh adalah salah satu kendala terbesar untuk menerima jawaban doa. Apakah sebenarnya penyebab utama mengapa kita merasa tertuduh? Tidak lain, karena hati kita berusaha untuk membela/ membenarkan diri. Kita tidak akan pernah merasa puas apabila masih merasa harus membela/ membenarkan diri. Ada saatnya di mana kita harus membuang upaya apapun untuk membela dan membenarkan diri.
Cukuplah untuk berkata: “Dengan penuh iman aku menerima baik kebenaran/ kesalehan milik Yesus yang dipindahkan kepadaku karena aku percaya kepada-Nya, sesuai dengan Firman Tuhan. Aku tidak akan lagi memamerkan segala kebaikan yang telah kulakukan. Begitu juga, aku tidak akan merasa malu atas hal-hal kurang baik yang telah kulakukan. Aku akan penuh keberanian, karena yang kudatangi adalah takhta kasih karunia. Aku takkan lagi terus-terusan memeriksa hatiku untuk memastikan apakah sudah cukup saleh untuk menghadap Tuhan. Aku akan percaya saja kepada Tuhan, yaitu bahwa darah Yesus telah menyucikan aku dari segala dosa. Aku akan datang dengan penuh keberanian menghampiri takhta, dan langsung memasuki tempat yang Maha Kudus.”
Demikianlah kita akan mendapatkan jalan masuk secara luar biasa.
“Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas,” demikian dikatakan oleh Firman Tuhan, “dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” (Ibrani 10:22).
Hati nurani yang bersalah akan menyulitkan kita untuk berdoa dengan baik. Kita perlu membiarkan darah Yesus membersihkan hati ini, sehingga yakin benar bahwa dosa-dosa kita sudah diampuni – yaitu disucikan karena apa yang telah dikerjakan oleh Yesus – kemudian menghadap hadirat Allah yang Mahakuasa dengan penuh keberanian.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh datang menghadap-Mu dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, darah Yesus telah menyucikan aku dari segala dosa, dan dengan penuh keberanian memasuki tempat yang mahakudus. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.
Kode: WD-B097-305-IND