Mengenyahkan dan Membuang Roh Tertuduh

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Menghampiri Tuhan, penting sekali dilakukan tanpa sedikit pun ada rasa bersalah atau tertuduh. Berarti, kita menghadap dengan penuh keberanian.
“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah TUHAN tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18).
“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku,” itu berarti saya menghampiri Tuhan dengan merasa masih ada sesuatu ganjalan di hati yang mempersalahkan atau menuduh saya. Setiap kali saya mencoba mendekati Tuhan dengan iman, Iblis akan selalu mengingatkan saya akan sesuatu yang belum beres – misalnya, dosa yang belum sempat saya akui, atau yang masih saja mengganggu meskipun sudah diakui, sebab saya belum meminta ampun kepada Tuhan dan menerima pengampunan itu. Maka saya pun akan terus mengingat hal itu dalam hati. Dan jika saya masih juga mendekat kepada Tuhan dengan rasa tertuduh demikian, saya pun tak akan menerima apa yang saya doakan.
Saya harus benar-benar menghilangkan “ingatan” akan dosa itu dalam hati. Pada dasarnya hal itu hanya bisa dilakukan dengan menaruh iman.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”, demikian Firman Tuhan. (1 Yohanes 1:9).
Kita tidak dapat berbuat apa-apa mengenai masalah dosa itu,, kecuali mengakuinya, bertobat lalu percaya saja bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa itu dan menyucikan kita seperti dijanjikan-Nya. Sesudah itu, janganlah kita khawatir terus mengenai dosa-dosa tersebut. Sebab Tuhan tidak akan mendengarkan doa-doa kita apabila terus mengingat akan dosa sementara berdoa.
Firman Tuhan berkata: “Seandainya ada niat jahat [masih memikirkan hal yang jahat] dalam hatiku, tentulah TUHAN tidak mau mendengar”.
Tetapi pemazmur berkata seterusnya:
“Sesungguhnya, Allah telah mendengar.” (Mazmur 66:19).
Dengan perkataan lain, pemazmur berhasil mengatasi upaya Iblis untuk membuatnya merasa tertuduh. Sebab ia berkata: “Tuhan telah mendengarkan doaku.” Mengapakah Tuhan mendengarkan doa kita? Karena kita datang dalam (atas) nama Yesus. Sebab kita datang dan puji-pujian dan ucapan syukur. Maka kita tidak merasa tertuduh lagi.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku dapat menghampiri Engkau dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, aku menampik upaya Iblis untuk membuatku merasa tertuduh dan mendeklarasikan bahwa “Tuhan sudah mendengar doaku,” sebab ku-datang dalam nama Yesus. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.
Kode: WD-B097-303-IND