Suatu Undangan dari Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sekarang kita akan membahas ajakan “Mari kita” yang keempat di dalam kitab Ibrani. Saya percaya langkah keempat ini berhubungan langsung dengan ketiga langkah yang pertama, dan urutan-urutan langkah itu memang benar begitu. Untuk menghampiri takhta kasih karunia Tuhan dengan penuh keberanian, harus dipastikan tiga langkah yang pertama itu sudah ditempuh terlebih dahulu.
Langkah pertama adalah kita harus “takut”:
“Baiklah kita waspada [takut]” (Ibrani 4:1).
Yang dimaksudkan dengan “takut” di sini, kita harus menghampiri Tuhan dengan rasa gentar dan sadar penuh bahwa kita memerlukan kasih karunia Tuhan. Langkah kedua,
“Baiklah kita berusaha [rajin]” (Ibrani 4:11).
Beginilah respon kita terhadap kasih karunia Tuhan: kita tidak akan bersikap malas, masa bodoh atau teledor. Meskipun Tuhan bermurah hati, tidak berarti kita boleh bersikap acuh-tak-acuh atau main-main. Kasih karunia Tuhan justru mendorong kita untuk bersungguh-sungguh dan rajin. Langkah ketiga:
“Baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita” (Ibrani 4:14).
Kita harus mengucapkan hal-hal yang benar. Dengan mulut kita harus mengucapkan yang sebenarnya mengenai siapa Yesus itu dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita.
Soal takhta kasih karunia itu, Firman Tuhan berkata bahwa kita harus menghampirinya untuk mendapatkan dua hal: belas kasihan (pengampunan) dan kasih karunia (rakhmat). Saya yakin jika Tuhan sendiri sudah mengundang kita datang, dan kita juga sudah memenuhi persyaratan yang telah saya jabarkan sebelumnya, maka kedatangan kita akan disambut oleh pengampunan dan kasih karunia. Kita tidak perlu takut lagi, karena kita tak akan dikecewakan. Tidak mungkin Tuhan mengundang kita datang dan tidak menepati janji-Nya. Jika menghampiri Dia sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak datang sebagai pengemis. Tuhan tidak mempunyai anak-anak yang warga kelas dua. Jikalau kita sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, Ia tidak akan menjaga jarak dengan kita.
Tetapi penting sekali bahwa kita menghampiri Dia dengan penuh keyakinan. Keyakinan itu adalah iman yang kita tunjukkan. Itulah iman yang tidak sudi untuk menerima penolakan. Itulah iman yang percaya sekali akan apa yang Tuhan sudah sabdakan, dan percaya bahwa Tuhan menghormati sabda-Nya sendiri. Iman itu percaya sekali akan kesetiaan Tuhan. Demikianlah kita harus menghampiri takhta-Nya – dengan penuh keyakinan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku dapat menghampiri Engkau dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, aku datang dengan penuh keyakinan bahwa pengampunan dan kasih karunia menantikan aku, karena Tuhan telah mengundangku untuk datang menghampiri takhta-Nya dan sebab aku sudah memenuhi persyaratan yang diminta. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.
Kode: WD-B097-302-IND