Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Suatu Undangan dari Tuhan

            Suatu Undangan dari Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Allah mengundang anak-anak-Nya untuk mendekati takhta kasih karunia-Nya dengan keyakinan yang teguh, bukan sebagai pengemis, melainkan sebagai anak-anak yang dikasihi. Pelajarilah langkah-langkah penting dalam sikap hormat dan ketekunan yang memungkinkan Anda mempercayai firman Allah dan menerima belas kasihan yang telah Dia janjikan.

            Sekarang kita akan membahas ajakan “Mari kita” yang keempat di dalam kitab Ibrani. Saya percaya langkah keempat ini berhubungan langsung dengan ketiga langkah yang pertama, dan urutan-urutan langkah itu memang benar begitu. Untuk menghampiri takhta kasih karunia Tuhan dengan penuh keberanian, harus dipastikan tiga langkah yang pertama itu sudah ditempuh terlebih dahulu.

            Langkah pertama adalah kita harus “takut”:

            “Baiklah kita waspada [takut]” (Ibrani 4:1).

            Yang dimaksudkan dengan “takut” di sini, kita harus menghampiri Tuhan dengan rasa gentar dan sadar penuh bahwa kita memerlukan kasih karunia Tuhan. Langkah kedua,

            “Baiklah kita berusaha [rajin]” (Ibrani 4:11).

            Beginilah respon kita terhadap kasih karunia Tuhan: kita tidak akan bersikap malas, masa bodoh atau teledor. Meskipun Tuhan bermurah hati, tidak berarti kita boleh bersikap acuh-tak-acuh atau main-main. Kasih karunia Tuhan justru mendorong kita untuk bersungguh-sungguh dan rajin. Langkah ketiga:

            “Baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita” (Ibrani 4:14).

            Kita harus mengucapkan hal-hal yang benar. Dengan mulut kita harus mengucapkan yang sebenarnya mengenai siapa Yesus itu dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita.

            Soal takhta kasih karunia itu, Firman Tuhan berkata bahwa kita harus menghampirinya untuk mendapatkan dua hal: belas kasihan (pengampunan) dan kasih karunia (rakhmat). Saya yakin jika Tuhan sendiri sudah mengundang kita datang, dan kita juga sudah memenuhi persyaratan yang telah saya jabarkan sebelumnya, maka kedatangan kita akan disambut oleh pengampunan dan kasih karunia. Kita tidak perlu takut lagi, karena kita tak akan dikecewakan. Tidak mungkin Tuhan mengundang kita datang dan tidak menepati janji-Nya. Jika menghampiri Dia sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak datang sebagai pengemis. Tuhan tidak mempunyai anak-anak yang warga kelas dua. Jikalau kita sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, Ia tidak akan menjaga jarak dengan kita.

            Tetapi penting sekali bahwa kita menghampiri Dia dengan penuh keyakinan. Keyakinan itu adalah iman yang kita tunjukkan. Itulah iman yang tidak sudi untuk menerima penolakan. Itulah iman yang percaya sekali akan apa yang Tuhan sudah sabdakan, dan percaya bahwa Tuhan menghormati sabda-Nya sendiri. Iman itu percaya sekali akan kesetiaan Tuhan. Demikianlah kita harus menghampiri takhta-Nya – dengan penuh keyakinan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena aku dapat menghampiri Engkau dengan penuh keberanian. Ku-deklarasikan, aku datang dengan penuh keyakinan bahwa pengampunan dan kasih karunia menantikan aku, karena Tuhan telah mengundangku untuk datang menghampiri takhta-Nya dan sebab aku sudah memenuhi persyaratan yang diminta. Aku akan menghadap kepada takhta kasih karunia. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Suatu Undangan dari Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-302-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan