Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Tekanan Apapun yang Akan Dialami

            Tekanan Apapun yang Akan Dialami

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Mengucapkan janji-janji Allah adalah langkah pertama, tetapi ujian yang sesungguhnya datang ketika keadaan Anda seolah-olah berteriak sebaliknya. Pelajarilah mengapa berpegang teguh pada apa yang firman Allah katakan, terlepas dari apa yang Anda lihat atau rasakan, merupakan kunci untuk membuat iman Anda menjadi efektif.

            Kalau Alkitab menyuruh kita untuk berpegang teguh pada pengakuan iman (lihat Ibrani 4:14), sesungguhnya itu suatu peringatan bahwa pada suatu waktu akan ada tekanan yang memaksa kita untuk menarik kembali apa yang pernah kita ucapkan. Tetapi kita tidak boleh menarik kembali ucapan itu. Kita harus memegang erat-erat pengakuan iman kita.

            Yang pertama-tama kita lakukan adalah membuat pengakuan iman yang benar, sehingga ucapan mulut kita mengaminkan apa yang dikatakan oleh Alkitab. Kita mengatakan dengan jelas apa yang telah dikerjakan oleh Yesus bagi kita, persis seperti yang dikatakan Firman Tuhan. Misalnya,

            “Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).
            “Ia yang oleh karena kamu menjadi miskin, … supaya kamu menjadi kaya” (2 Korintus 8:9).
            “Ia dapat mati untuk seluruh umat manusia.” (Lihat Ibrani 2:9, BIMK.)
            “Kristus telah menebus kita dari kutuk … dengan … menjadi kutuk karena kita.” (Lihat Galatia 3:13–14.)

            Itulah pengakuan/ pernyataan yang benar. Kita mengaminkannya, dan tekanan apapun yang mungkin akan kita alami, tidak soal berapa banyak hal yang kurang baik yang terjadi dengan kita, kita akan tetap berpegang teguh pada pengakuan iman itu. Di situlah iman kita akan benar-benar dinyatakan, dan di situlah pelayanan Yesus sebagai imam besar kita di surga akan mulai bekerja bagi kita.

            Melalui iman, kita mengalami hal-hal yang tidak dapat dideteksi oleh panca indra kita sendiri. Selama kita masih terpengaruh oleh panca indra sendiri, sebenarnya kita tidak bisa melangkah dalam iman. Paulus mengatakan hal ini dengan jelas sekali di 2 Korintus 5:7:

            “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

            Dengan kata lain, apa pun yang kita lakukan, dan cara hidup kita sebagai orang Kristen seluruhnya didasari oleh iman, yaitu apa yang kita imani. Bukan didasari apa yang bisa kita lihat atau ketahui dengan panca indra kita. Panca indra kita mengatakan sesuatu, tetapi iman kita berkata lain. Di situlah akan terjadi konflik. Oleh sebab itulah, penulis kitab Ibrani ini menyuruh kita membuat pengakuan iman dahulu, kemudian berpegang teguh padanya. Sekalipun panca indra kita mengatakan salah, jika Firman Tuhan mengatakan itu benar, maka pasti itu benar.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, aku akan membuat pengakuan iman yang benar tanpa pernah mundur, tidak perduli tekanan yang akan dialami. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Tekanan Apapun yang Akan Dialami has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-301-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan