Hasil Ucapan Mulut Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Seluruh Alkitab jelas mengatakan bahwa nasib atau tujuan akhir kita ditentukan oleh kara-kata yang kita ucapkan.
Di Amsal 18:21, kita membaca misalnya:
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”.
Ada dua pilihan: Lidah ini akan menentukan apakah kita akan membuat pengakuan yang salah/ sesat, sehingga menghasilkan kematian, atau ia akan membuat pengakuan yang benar/ tepat, sehingga menghasilkan kehidupan. Apapun yang diucapkan dengan lidah ini, kita akan memakan sendiri buah yang dihasilkan.
Kebenaran itu ditegaskan kembali oleh Yesus ketika Ia berkata:
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Matius 12:36–37).
Kadang kala orang-orang Kristen suka mengucapkan hal-hal bodoh yang kurang memuliakan Tuhan, lalu meminta maaf sesudahnya dengan berkata: “Oh, maaf, bukan itu maksud saya.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap kata sia-sia”. Kita tidak bisa hanya meminta maaf dengan berkata, bukan itu maksnya. Pengakuan iman harus dipegang teguh, dan harus kita pegang erat-erat.
Pada akhirnya, hanya ada dua kemungkinan mengenai hubungan kita dengan Kristus dan Firman Tuhan: kita akan mengakuinya, atau kita akan menyangkalnya. Sekali lagi, Yesus berkata:
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.” (Matius 10:32–33)
Hanya ada dua kemungkinan tersebut bagi kita. Tak ada kemungkinan yang ketiga. Di jangka panjang, dalam perkara-perkara rohani tidak ada jalan tengah yang netral.
Yesus berkata:
“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matis 12:30).
Kita hanya dapat membuat pengakuan yang benar sehingga diselamatkan. Atau, kita membuat pengakuan yang salah (dusta), dan tidak akan menerima keselamatan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, aku mengaku di hadapan manusia bahwa Yesus adalah Tuhan-ku, dan Ia pun mengakui aku di hadapan Bapa kita yang di surga. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.
Kode: WD-B097-300-IND