Hati dan Mulut

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di Roma pasal 10 Paulus menjelaskan apa yang diperlukan untuk menerima keselamatan. Ia berkata:
“Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Dasar untuk keselamatan adalah Firman Tuhan, dan keselamatan itu harus diraih dengan iman. Selanjutnya ada dua hal yang perlu dilakukan, yang satu dengan hati, dan yang satu lagi dengan mulut kita. Kita harus percaya dengan hati, tetapi kita harus “mengaku”, artinya mengucapkannya dengan mulut.
Kemudian Paulus meneruskan:
“Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Mengertikah, saudara? Tanpa adanya peng-aku-an, kita tidak akan memperoleh keselamatan. Memang bagus untuk percaya di dalam hati, tetapi percaya saja tidak cukup. Tidak cukup untuk percaya dalam hati, sebab kita harus berani juga mengucapkannya dengan mulut. Demikianlah, ucapan mulut kita mengaminkan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Dengan mulai mengakui Yesus, maka kita “memperoleh” Dia sebagai Imam Besar, tetapi kita harus terus mengakui Dia juga dengan mulut kita, supaya Ia dapat terus berfungsi sebagai Imam Besar kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, aku percaya dalam hatiku dan mengaku dengan mulutku hal-hal yang dijanjikan Allah kepadaku. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.
Kode: WD-B097-299-IND