Pembela Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Yesus adalah “Imam Besar pengakuan kita” (Ibrani 3:1).
Dengan pengakuan tersebut Yesus menjadi Imam Besar kita. Tetapi sayang sekali, begitu juga yang terjadi sebaliknya. Jika kita tidak membuat suatu pengakuan atau diam saja, sesungguhnya kita tidak akan mempunyai seorang Imam Besar. Bukan karena Yesus berhenti menjadi Imam Besar, tetapi karena kita tidak memberi kesempatan kepada-Nya untuk berfungsi sebagai Imam Besar kita.
Yesus adalah Imam Besar pengakuan kita. Jika dengan penuh iman kita mengucapkan hal yang benar dengan mulut ini, maka menurut Firman Tuhan, Yesus mengikat janji yang kekal untuk memastikan agar kita tidak dipermalukan. Artinya, Ia akan mengatur supaya kita selalu mengalami apa yang kita saksikan. Tetapi jika kita tidak mengucapkan hal-hal yang benar, maka sesungguhnya kita membungkam mulut Imam Besar. Maka di surga Ia tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membela diri kita.
Yesus juga disebut “Pengantara” kita [“Advocate”, dalam Alkitab bahasa Inggris] (1 Yohanes 2:1). Kata “advokat” sama seperti kata “pengacara” di zaman modern. Yesus adalah pengacara yang ahli di bidang hukum dan Ia siap sedia membela perkara kita di surga. Ia belum pernah kalah di pengadilan. Tetapi jika kita sendiri tidak membuat pengakuan tertentu, maka sang Pembela tidak dapat berbuat apa-apa, dan pasti kasus kita akan kalah di pengadilan.
Jadi, kita bisa melihat betapa pentingnya pengakuan itu. Sebab itu kiranya penting sekali untuk memperhatikan ayat di kitab Ibrani yang merupakan ayat “ajakan” yang ketiga ini:
“Baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita” (Ibrani 4:14).
Prinsip mengenai pengakuan yang benar ini sangat sentral dalam pemberitaan Injil dan juga untuk dapat mengalami keselamatan. Sebenarnya, tak akan ada keselamatan tanpa membuat pengakuan yang benar.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, apabila dengan penuh iman aku mengucapkan dengan mulutku apa yang tertulis dalam Kitab Suci, di dalam kekekalan Yesus telah berjanji aku akan mengalami apa yang ku-ucapkan itu. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.
Kode: WD-B097-298-IND