Kata-kata yang Kita Ucapkan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kata lain untuk “pengakuan” adalah “kesaksian.” Dalam kitab Wahyu kita membaca:
“Dan mereka mengalahkan dia [Satan] oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka” (Wahyu 12:11).
Kita mengakui bahwa kita mengalahkan Iblis dengan bersaksi secara pribadi mengenai apa yang dilakukan darah Yesus bagi kita, sesuai yang dikatakan Firman Tuhan. Kesaksian itu sederhana sekali – kita hanya mengucapkan kata-kata tertentu yang sesuai dengan ayat Alkitab. Kita diselamatkan oleh kesaksian itu, sehingga kesaksian itu menjadi perlindungan kita. Hal ini sungguh penting untuk disadari!
Penulis surat Ibrani menyebut Yesus “Imam Besar pengakuan kita” (Ibrani 3:1, KJV). Pengakuan itu secara harfiah berarti “mengaminkan.” Bagi kita, umat yang percaya akan Alkitab dan akan Yesus Kristus, pengakuan berarti mengucapkan dengan mulut apa yang dikatakan oleh Tuhan dalam Firman-Nya. Dengan kata-kata yang keluar dari mulut, kita mengaminkan Firman Tuhan. Yesus hanya berfungsi sebagai Pembela kita apabila kita membuat pengakuan yang benar. Entah kita menyebutnya “kesaksian” atau “pengakuan,” yang penting itu mutlak perlu untuk menerima keselamatan.
Yesus berkata:
“Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (Matius 12:37).
Dengan kata-kata yang kita ucapkan sesungguhnya kita akan menetapkan sendiri nasib yang akan kita alami. Menurut Yakub, lidah manusia itu ibaratnya alat kemudi sebuah kapal. Meskipun alat kemudi itu hanya sebagian kecil dari kapalnya, ialah yang menentukan arah yang akan ditempuh kapal itu.
“Lihat Yakobus 3:4.”
Kita sendirilah yang menentukan arah tujuan kehidupan ini dengan lidah kita. Kita dapat mengucapkan hal-hal yang benar dan mengaminkan Firman Tuhan. Atau kita bisa mengucapkan yang salah/ sesat dan akibatnya kehidupan kita akan melenceng dari tujuan. Hanya ada dua pilihan: kita akan tiba dengan selamat di pelabuhan tujuan, atau kehidupan kita akan berakhir seperti kapal yang karam, dan itu semua tergantung pada bagaimana pemakaian lidah kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, aku akan mengalahkan musuh dengan darah Anak Domba dan dengan perkataan kesaksianku. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.
Kode: WD-B097-297-IND