Membuat Pengakuan yang Benar

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Untuk menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan sebuah “pengakuan” saya akan menunjuk kepada sebuah buku yang berjudul Fear No Evil [Jangan takut akan kejahatan apa pun]. Buku itu adalah karangan Natan Sharansky, seorang pembangkang Yahudi di negara komunis Uni Sovyet beberapa dasawarsa yang lalu.
Sharansky bukan seorang penganut Kristen, namun ia ditangkap oleh KGB (polisi rahasia Sovyet), kemudian dipenjarakan selama sembilan tahun. Ketika membaca kisah nyata ini, saya melihat bahwa dinas rahasia KGB sebagai sebuah contoh nyata mengenai Iblis dan segala kelicikannya. Tetapi dalam sosok Natan Sharansky saya melihat juga bagaimana kita dapat mengalahkan Iblis dan antek-anteknya.
Sharansky ini adalah seorang pemain catur yang ulung, dan akhirnya ia memutuskan untuk “bermain” melawan KGB seperti ia berhadapan dengan seorang pemain catur lain. Ia terus berusaha untuk berada satu langkah di depan lawannya.
Sharansky tidak percaya akan adanya Allah yang bersifat pribadi, tetapi konsep Allah yang ada padanya berasal dari latar belakang agama Yahudi yang dianut-nya. Banyak doa warga Yahudi sering diawali dengan kata-kata “Ya, Tuhan, Allah kami, raja alam semesta.”
Sharansky belajar sendiri bahasa Ibrani, kemudian menulis sebuah doa yang mudah untuk diucapkan dan dihafal kapan saja ia memerlukannya. Dalam doanya itu ia memohon supaya Tuhan selalu menyertai dia, melindungi keluarganya dan membawanya ke negeri Israel.
Apabila berada di bawah tekanan – misalnya, ketika harus menunggu untuk diinterogasi – ia akan mengulang-ulangi doa itu beberapa kali. Dalam bukunya ia menceritakan bahwa doa itu ia ucapkan kira-kira sepuluh kali sehari selama sembilan tahun berturut-turut. Berarti lebih dari 30.000 kali! Berapa banyakkah orang Kristen yang begitu tekun untuk memanjatkan doa yang sama sampai 30.000 kali?
KGB bertujuan memaksa Sharansky untuk mengucapkan pengakuan tertentu, yang sesungguhnya tidak benar. Seandainya saja ia mau “mengakui” telah mengkhianati negaranya, pasti mereka akan segera melepasnya dari penjara. Tetapi Sharansky menolak.
Perjuangannya berjalan selama sembilan tahun. Tetapi akhirnya ia menang, karena membuat pengakuan yang benar dan terus-menerus memanjatkan doa yang benar. Setelah kemenangannya itu, ia beremigrasi ke Yerusalem.
Membaca kisah tersebut, saya sungguh mengerti siasat-siasat yang sering dipakai oleh Iblis! Iblis akan menggunakan segala macam tekanan, segala macam bujukan, segala macam dusta – semuanya hanya dengan satu tujuan: supaya kita mengakui/ mengatakan sesuatu yang tidak benar (pengakuan yang palsu). Tetapi kita bisa mengalahkan Iblis dengan membuat deklarasi yang benar.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, kami akan mengalahkan musuh dengan terus mengucapkan pengakuan iman yang benar. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.
Kode: WD-B097-296-IND