Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Membuat Pengakuan yang Benar

            Membuat Pengakuan yang Benar

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Kisah tentang seorang pria yang bertahan melawan KGB selama sembilan tahun mengandung pelajaran penting tentang bagaimana mengalahkan taktik Iblis dalam hidup kita sendiri. Temukan mengapa pengakuan yang kita ucapkan di bawah tekanan akan menentukan apakah kita berjalan dalam kemenangan atau kekalahan.

            Untuk menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan sebuah “pengakuan” saya akan menunjuk kepada sebuah buku yang berjudul Fear No Evil [Jangan takut akan kejahatan apa pun]. Buku itu adalah karangan Natan Sharansky, seorang pembangkang Yahudi di negara komunis Uni Sovyet beberapa dasawarsa yang lalu.

            Sharansky bukan seorang penganut Kristen, namun ia ditangkap oleh KGB (polisi rahasia Sovyet), kemudian dipenjarakan selama sembilan tahun. Ketika membaca kisah nyata ini, saya melihat bahwa dinas rahasia KGB sebagai sebuah contoh nyata mengenai Iblis dan segala kelicikannya. Tetapi dalam sosok Natan Sharansky saya melihat juga bagaimana kita dapat mengalahkan Iblis dan antek-anteknya.

            Sharansky ini adalah seorang pemain catur yang ulung, dan akhirnya ia memutuskan untuk “bermain” melawan KGB seperti ia berhadapan dengan seorang pemain catur lain. Ia terus berusaha untuk berada satu langkah di depan lawannya.

            Sharansky tidak percaya akan adanya Allah yang bersifat pribadi, tetapi konsep Allah yang ada padanya berasal dari latar belakang agama Yahudi yang dianut-nya. Banyak doa warga Yahudi sering diawali dengan kata-kata “Ya, Tuhan, Allah kami, raja alam semesta.”

            Sharansky belajar sendiri bahasa Ibrani, kemudian menulis sebuah doa yang mudah untuk diucapkan dan dihafal kapan saja ia memerlukannya. Dalam doanya itu ia memohon supaya Tuhan selalu menyertai dia, melindungi keluarganya dan membawanya ke negeri Israel.

            Apabila berada di bawah tekanan – misalnya, ketika harus menunggu untuk diinterogasi – ia akan mengulang-ulangi doa itu beberapa kali. Dalam bukunya ia menceritakan bahwa doa itu ia ucapkan kira-kira sepuluh kali sehari selama sembilan tahun berturut-turut. Berarti lebih dari 30.000 kali! Berapa banyakkah orang Kristen yang begitu tekun untuk memanjatkan doa yang sama sampai 30.000 kali?

            KGB bertujuan memaksa Sharansky untuk mengucapkan pengakuan tertentu, yang sesungguhnya tidak benar. Seandainya saja ia mau “mengakui” telah mengkhianati negaranya, pasti mereka akan segera melepasnya dari penjara. Tetapi Sharansky menolak.

            Perjuangannya berjalan selama sembilan tahun. Tetapi akhirnya ia menang, karena membuat pengakuan yang benar dan terus-menerus memanjatkan doa yang benar. Setelah kemenangannya itu, ia beremigrasi ke Yerusalem.

            Membaca kisah tersebut, saya sungguh mengerti siasat-siasat yang sering dipakai oleh Iblis! Iblis akan menggunakan segala macam tekanan, segala macam bujukan, segala macam dusta – semuanya hanya dengan satu tujuan: supaya kita mengakui/ mengatakan sesuatu yang tidak benar (pengakuan yang palsu). Tetapi kita bisa mengalahkan Iblis dengan membuat deklarasi yang benar.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, kami akan mengalahkan musuh dengan terus mengucapkan pengakuan iman yang benar. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Membuat Pengakuan yang Benar has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-296-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan