Buah dari Persekutuan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kerajinan merupakan “buah” yang dihasilkan oleh persekutuan. Janganlah kita mencoba untuk hidup sendiri sebagai seorang Kristen. Menurut Alkitab, kita semua adalah anggota dari satu tubuh, dan kita membutuhkan satu sama lain.
“Lihatlah, misalnya Roma 12:4-6.”
Saya sering teringat kepada Daud ketika ia akan berhadapan dengan raksasa Goliat, bagaimana ia mengambil lima buah batu yang polos dari sebuah kali dan menggunakan itu sebagai senjatanya. Mengapa batu-batu kali itu harus polos? Jikalau batu-batu itu tidak polos, maka ia akan kurang tepat mengenai sasaran. Dan akibat ketidak-tepatan itu mungkin saja Daud akan mengalahi kekalahan dan mati. Batu-batu itu demikian polos karena telah berada di dasar sungai itu dan aliran sungai itu terus-menerus melaluinya. Batu-batu itu telah saling bertumbukan dan dengan demikian dibuat polos tanpa ada lagi bagian-bagiannya yang tajam.
Saya percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus juga pergi ke “sungai” apabila ingin mencari orang-orang Kristen yang dapat dipakai oleh-Nya. Di sungai itulah air Firman Tuhan yang bersih dan murni telah membasuh mereka, mengalir melalui mereka dan membuatnya polos. Di situlah mereka bersekutu satu sama lain, dan saling bergesekan sehingga hilang semua ujungnya yang tajam. Dengan bersekutu kita telah dijadikan “batu yang polos.”
Dan yang terakhir, kita harus juga menundukkan diri kepada disiplin. Buah tidak akan dihasilkan dalam kehidupan seseorang tanpa adanya disiplin. Yang saya maksudkan adalah dua jenis disiplin. Yang pertama, disiplin diri, yaitu bagaimana kita mengatur sendiri kehidupan kita. Disiplin ini antara lain adalah mengenai kebiasaan yang paling mendasar dan sederhana. Misalnya, pukul berapa kita bangun tidur pada pagi hari, apa yang kita makan, pakaian yang kita kenakan, dan kebersihan diri. Perhatian kepada hal-hal mendetil ini sangat penting untuk menghasilkan buah.
Selain dari itu, dalam keadaan normal setiap orang Kristen semestinya menundukkan diri kepada disiplin gereja. Semestinya ia bergabung dengan gereja tertentu, dan berada di bawah otoritas para pemimpin jemaat serta tunduk kepada disiplin/teguran mereka.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, kerajinan merupakan buah dari persekutuan dan disiplin, dan aku menyambut kedua-duanya. Aku akan berusaha untuk rajin. Amin.
Kode: WD-B097-294-IND