Penggenapan Janji-janji Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sebagian besar janji Tuhan selalu disertai persyaratan tertentu. Artinya, apabila Tuhan menjanjikan sesuatu Ia selalu berkata: “Jika kamu melakukan begini, maka Aku akan melakukan begitu.” Kita tidak berhak meminta Tuhan untuk menepati janji-Nya, kecuali kita terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang ditetapkan-Nya.
Kita harus menyadari bahwa penggenapan janji Tuhan tidaklah bergantung kepada keberadaan kita, melainkan tergantung pada sejauh mana kita sudah memenuhi persyaratan Tuhan. Kita harus tetap memperhatikan persyaratan-persyaratannya dan memastikan bahwa syarat itu dipenuhi. Janganlah sebaliknya, kita terlalu dipengaruhi oleh keadaan sehingga tidak berusaha untuk memenuhi persyaratannya.
Mari kita melihat contohnya, yaitu Abraham. Tuhan menjanjikan seorang anak lelaki kepada Abraham, untuk menjadi ahli warisnya. Tetapi setelah mencapai usia 99 tahun Abraham belum juga mendapat keturunan. (Karena mencari akal, Abraham mendapatkan Ismail sebagai anaknya, tetapi akhirnya anak itu tidak boleh menjadi ahli warisnya.) Mengapa Tuhan membiarkan Abraham mencapai usia lanjut demikian sebelum menepati janji-Nya? Mengapakah Tuhan sering membiarkan umat-Nya mengalami keadaan yang tampaknya mustahil sebelum Ia menepati janji-Nya?
Pertama, tujuan pertama adalah untuk terlebih dahulu “menghabiskan” semua sikap percaya diri yang berlebihan. Kita menyadari bahwa hanya Tuhan yang bisa menolong kita. Tubuh jasmani Abraham sudah tidak mampu bereproduksi lagi, dan istrinya pun sudah mati haid. Tak ada cara alamiah untuk menggenapi janji tersebut. Abraham hanya boleh berharap kepada Tuhan saja, yaitu Satu-satunya yang dapat menepati janji-Nya.
Yang kedua, ketika janji itu digenapi pada akhirnya, segala kemuliaan atau sanjungan benar-benar diberikan kepada Tuhan. Ingat, tujuan semua janji itu adalah supaya Tuhan saja yang disanjung. Apabila ada kemungkinan bahwa kita akan melakukan sesuatu dengan kekuatan sendiri, siapa tahu, nanti kita merasa turut berjasa. Tetapi setelah kita sampai ke titik di mana kita tahu benar bahwa kita tidak mampu melakukannya dengan kekuatan sendiri, hilanglah semua kepercayaan diri kita, dan segala kemuliaan dapat diberikan kepada Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, tujuan dari janji-janji itu adalah supaya Tuhan dimuliakan. Aku akan berusaha untuk rajin. Amin.
Kode: WD-B097-292-IND