Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Mengatasi Kemalasan

            Mengatasi Kemalasan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Alkitab memberikan jaminan yang luar biasa bahwa kita tidak akan pernah jatuh dan akan menerima sambutan yang limpah ke dalam Kerajaan Tuhan kita. Janji yang menakjubkan ini secara langsung berkaitan dengan mengatasi kemalasan rohani yang oleh Rasul Petrus disebut sebagai rabun dan buta.

            Di 2 Petrus 1:8-9 Rasul Petrus mengatakan kita mempunyai dua pilihan. Pilihan pertama, kita harus menjadi efektif dan produktif mengingat pengetahuan dan pengenalan kita akan Tuhan Yesus Kristus. Pilihan yang kedua, kita menjadi kurang efektif dan kurang produktif, karena keadaan kita dikatakan “buta dan picik” (ayat 9). Sungguh sebuah peringatan yang pedas! Mengingat hal itu, selanjutnya Petrus pun menulis “Karena itu”. Jadi, apa yang disampaikan di sini masih berkaitan dengan peringatan yang ditulis sebelumnya:

            “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”

            (2 Petrus 1:10–11)

            Hal ini tentu suatu kabar gembira. Inilah yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar jangan jatuh, dan supaya kita “dikaruniakan hak penuh” untuk memasuki kerajaan Tuhan kita.

            Pada dasarnya, di sini kita diperingatkan supaya jangan sekali-kali menjadi malas. Saya sungguh prihatin bahwa di kalangan umat Kristen kita jarang memperingatkan mengenai bahaya kemalasan/ keteledoran. Kebanyakan orang Kristen paling tidak suka dengan kemabukan. Apabila berhadapan dengan pemabuk, mereka tidak percaya bahwa orang itu benar-benar orang Kristen. Saya setuju, kemabukan itu sebuah dosa, dan saya jelas tidak membenarkannya. Tetapi setahu saya, kemalasan/ keteledoran lebih banyak dikecam dalam Alkitab daripada kemabukan. Nyatanya, banyak orang Kristen yang tidak pernah mabuk masih memiliki kebiasaan hidup yang malas. Sebab itu, marilah kita memperhatikan peringatan untuk bersikap rajin dan sungguh-sungguh.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, aku akan melawan kemalasan, karena “ingin benar-benar rajin, supaya panggilan dan pemilihanku makin teguh.” Aku akan berusaha untuk rajin. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Mengatasi Kemalasan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-290-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan