Pertumbuhan dan Pertambahan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Penulis Ibrani kemudian meneruskan (dengan melanjutkan tema “kerajinan” atau “kesungguhan”):
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban [“malas”, dalam teks KJV], tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah” (Ibrani 6:11–12).
Kita tidak hanya harus rajin/ bersungguh-sungguh, tetapi harus rajin/ bersungguh-sungguh sampai titik terakhir. Kebalikan dari “rajin” disebut dengan jelas di sini: “menjadi lamban” (malas). Bukan malas secara jasmani, melainkan malas secara rohani.
“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha [“sungguh rajin,” dalam teks KJV] untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” (2 Petrus 1:5–7)
Kehidupan Kristiani tidak boleh bersifat statis, yaitu tidak bergerak maju. Kehidupan orang Kristen semestinya selalu mengalami pertambahan, pertumbuhan dan kemajuan. Bila kita menjadi statis (tidak maju-maju), sebenarnya kita sedang mundur. Untuk menambah-nambahkan, seperti digambarkan dalam ayat-ayat di atas, diperlukan kerajinan/ kesungguhan. Petrus selanjutnya menulis, dan memakai kata “apabila” atau “jikalau”:
“Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.” (ayat 8–9)
Percayakah saudara, bahwa dosa-dosa seseorang yang dahulu bisa dihapuskan sama sekali, sehingga ia bahkan lupa bahwa ia pernah melakukannya? Kedengarannya sesuatu yang mustahil, bukan? Tetapi menurut Alkitab hal itu mungkin.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, aku perlu meniru orang-orang yang dengan iman dan kesabaran mewarisi apa yang telah dijanjikan. Aku akan berusaha untuk rajin. Amin.
Kode: WD-B097-289-IND